Rahasia Minyak Klentik Kelapa Ala Kitab Mustika Rasa Bung Karno

Kamis, 30 Mei 2024 - 09:04 WIB
loading...
Rahasia Minyak Klentik...
Kelapa mendapat perhatian khusus dalam Kitab Mustika Rasa, yakni kitab masakan dengan kumpulan resep Nusantara yang disusun Pemerintahan Soekarno (Bung Karno). Foto/Ilustrasi/Today
A A A
TANAMAN kelapa atau utamanya buah kelapa mendapat perhatian khusus dalam Kitab Mustika Rasa, yakni kitab masakan dengan kumpulan resep Nusantara yang disusun Pemerintahan Soekarno atau Bung Karno.

Kitab Mustika Rasa diketahui disusun dalam rangka proyek ketahanan pangan sekaligus menjaga gizi rakyat. Pada era kekinian, makan siang gratis merupakan bagian dari proyek ketahanan pangan.

Baca juga: Kisah Soekarno Murka ke Pemberontakan PKI Madiun, Ibaratkan Muso Seperti Bisul yang Harus Dibasmi

Kita tentu tidak asing dengan kelapa hijau yang buah dan pohonnya besar-besar. Juga kelapa merah, gading, puyuh, manis, kopyor dan lilin. Kitab Mustika Rasa tidak hanya mengulas jenis buah kelapa beserta kandungannya.

Tapi juga memberi panduan bagaimana buah kelapa tidak hanya bisa dinikmati daging buahnya, kesegaran airnya, melainkan juga menghasilkan minyak untuk goreng-menggoreng.



Buah kelapa besar yang memiliki berat rata-rata 2 kg, daging ½ kg dan air ½ liter, mengandung minyak 66 %. Sedangkan buah kecil dengan berat 1 kg, daging 400 gram, dan air 200 cc mengandung minyak 68 %.

Mereka yang tumbuh era 90-an tentu masih ingat istilah minyak klentik atau blondo yang berasa gurih manis di lidah.

Baca juga: Kisah Denmas Mendung yang Obati Soekarno Kecil dengan Metode Ganti Nama

Melalui sejumlah cara memasak, dari sebutir buah kelapa dihasilkan minyak yang dilekati nama sesuai prosesnya. Berikut jenis minyak kelapa serta cara bikinnya sesuai Kitab Mustika Rasa:

Minyak Klentik


Sesuai namanya, klentik. Proses pembuatan minyak kelapa klentik melalui cara diklentik, yakni buah kelapa diparut, diambil santannya, lalu santan direbus hingga minyak mengambang di atas santan.

Minyak diambil dengan cara disendoki, dan endapan yang ada di bawah diberi nama belondo, rasanya manis dan gurih.

Minyak Bledigan

Minyak berasal dari ampas kelapa yang sudah diambil santannya. Proses pembuatan dimulai dengan menyimpan ampas dalam keranjang dengan durasi waktu simpan 4-5 bulan.

Pada saat penyimpanan, ampas dipadatkan dengan cara diinjak-injak dengan kaki. Orang-orang memberi nama bahan ampas itu gabar dengan kandungan minyak sekitar 5%.

Setelah melalui proses pemeraman, gabar diperas dengan perkakas pemeras terbuat dari kayu. Minyak yang dihasilkan mendapat sebutan minyak bledigan.

Minyak Botokan


Berasal dari buah kelapa yang belum tua yang sebelumnya direndam air selama 2 hari 2 malam. Setelah dientas, buah kelapa ditutup dengan daun pisang selama 1 malam.

Setelah itu buah diparut dan disimpan dalam panci selama 1 malam. Parutan buah kelapa itu kemudian dijemur selama 2 hari dan diperas dengan perkakas pemeras terbuat dari kayu.

Minyak yang dihasilkan dari pemerasan itu dinamai minyak botokan.

Minyak Bacin


Bahannya adalah daging kelapa yang diparut dan kemudian dipendam dalam tanah beberapa hari. Bahan itu kemudian dikeluarkan untuk diinjak-injak dengan kaki.

Injakan itu mengeluarkan minyak. Lantaran berbau tidak enak alias bacin, minyak ini biasanya hanya dipakai untuk bahan bakar lampu.

Minyak Kopra


Proses pembuatannya kopra yang sudah dibersihkan digiling halus, lalu diperas dengan suhu tinggi oleh mesin hidraulik. Minyak yang keluar disaring bersih, dan bila perlu diputihkan termasuk menyingkirkan aroma yang tidak sedap.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Pancasila Lahir Bukan...
Pancasila Lahir Bukan dari Ruang Kosong, Presiden: Sebuah Konsensus Agung
Rekomendasi
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Ruben Onsu Tegur Keras...
Ruben Onsu Tegur Keras Giorgio: Jangan Buat Kesan Seolah Ayahnya Sudah Tidak Ada
Berita Terkini
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
Polres Jakpus Ungkap...
Polres Jakpus Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda
Enggan Bebani Daerah...
Enggan Bebani Daerah Penyangga soal Subsidi Transjabodetabek, Pramono: Minimal Renovasi Halte
Bogor Kian Gemilang!...
Bogor Kian Gemilang! Pemkab Bogor Sukses Pertahankan Opini WTP dari BPK RI
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Infografis
Menanti Skema Terkini...
Menanti Skema Terkini Penyaluran Bahan Bakar Minyak Subsidi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved