Jaga Ekosistem Perairan, Pupuk Kaltim Turunkan Ratusan Media Terumbu dan Tukik di Maratua
Rabu, 29 Mei 2024 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
"Pupuk Kaltim melihat terumbu karang sebagai elemen penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem biota laut, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Hal ini pula yang menjadi semangat kami dalam aksi penurunan media terumbu di Maratua," tandas Soesilo.
Komitmen Pupuk Kaltim terhadap keanekaragaman hayati dan ekosistem perairan terus ditingkatkan setiap tahun, terutama di kawasan perairan Kota Bontang. Sejak 2011, Pupuk Kaltim telah menurunkan 6.882 unit terumbu buatan dengan target minimal 500 unit per tahun. Selain itu, perusahaan ini juga menginisiasi pembentukan Center of Excellence (CoE) Terumbu Karang sejak 2021.
Baca Juga: Tenang, Pupuk Kaltim Jamin Pasokan Pupuk Bersubsidi
Pembentukan CoE diperkuat melalui kolaborasi dengan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk memastikan keberlanjutan upaya konservasi perairan yang dilaksanakan perusahaan. Program ini meliputi transplantasi terumbu, pembibitan melalui fasilitas coral nursery, dan penyuluhan bagi masyarakat.
"Pupuk Kaltim tidak ingin sekadar bicara, tetapi ingin melakukan aksi nyata dengan melibatkan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian terumbu karang sebagai bentuk tanggung jawab bersama terhadap keberlanjutan," tutur Soesilo.
Selain penurunan media terumbu, Pupuk Kaltim bersama Pupuk Indonesia Grup juga melepas 300 tukik sebagai bentuk dukungan untuk meningkatkan populasi penyu di alam bebas. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut, terutama di Kepulauan Derawan yang dikenal sebagai habitat alami bagi penyu hijau (Chelonia mydas), yang merupakan salah satu spesies terancam punah.
Komitmen Pupuk Kaltim terhadap keanekaragaman hayati dan ekosistem perairan terus ditingkatkan setiap tahun, terutama di kawasan perairan Kota Bontang. Sejak 2011, Pupuk Kaltim telah menurunkan 6.882 unit terumbu buatan dengan target minimal 500 unit per tahun. Selain itu, perusahaan ini juga menginisiasi pembentukan Center of Excellence (CoE) Terumbu Karang sejak 2021.
Baca Juga: Tenang, Pupuk Kaltim Jamin Pasokan Pupuk Bersubsidi
Pembentukan CoE diperkuat melalui kolaborasi dengan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk memastikan keberlanjutan upaya konservasi perairan yang dilaksanakan perusahaan. Program ini meliputi transplantasi terumbu, pembibitan melalui fasilitas coral nursery, dan penyuluhan bagi masyarakat.
"Pupuk Kaltim tidak ingin sekadar bicara, tetapi ingin melakukan aksi nyata dengan melibatkan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian terumbu karang sebagai bentuk tanggung jawab bersama terhadap keberlanjutan," tutur Soesilo.
Selain penurunan media terumbu, Pupuk Kaltim bersama Pupuk Indonesia Grup juga melepas 300 tukik sebagai bentuk dukungan untuk meningkatkan populasi penyu di alam bebas. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut, terutama di Kepulauan Derawan yang dikenal sebagai habitat alami bagi penyu hijau (Chelonia mydas), yang merupakan salah satu spesies terancam punah.
Lihat Juga :