Dukung Konservasi Pantai Kuta Bali dengan Pelepasan Ratusan Tukik
Minggu, 24 Mei 2026 - 12:38 WIB
loading...
BRI Life bersama komunitas konservasi penyu lokal yaitu Bali Sea Turtle Society dan Kuta Beach Sea Turtle Conservation melakukan pelepasan 100 tukik di Pantai Kuta, Bali. Foto/istimewa
A
A
A
BALI - Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem laut di Pulau Bali terus digencarkan oleh sejumlah pihak. Di antaranya oleh BRI Life bersama komunitas konservasi penyu lokal yaitu Bali Sea Turtle Society dan Kuta Beach Sea Turtle Conservation melakukan pelepasan 100 tukik serta pemberian bantuan konservasi penyu di Pantai Kuta, Bali, Sabtu 23 Mei 2026.
Pemilihan Bali sebagai lokasi kegiatan konservasi, karena merupakan salah satu wilayah penting habitat peneluran alami penyu di Indonesia, khususnya untuk spesies Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea), yang termasuk satwa dilindungi dan berstatus rentan (vulnerable). Pantai Kuta, Pantai Serangan, Pantai Saba, hingga kawasan Sanur tercatat menjadi area pendaratan dan peneluran alami penyu di Bali.
Karakteristik pantai di Bali, seperti garis pantai landai, pasir halus, vegetasi pesisir, serta suhu dan kelembapan pantai yang sesuai, menjadikan kawasan ini ideal sebagai habitat peneluran penyu. Selain itu, keberadaan komunitas konservasi lokal yang aktif dan konsisten turut menjadikan Bali sebagai salah satu pusat edukasi dan pelestarian penyu di Indonesia.
Baca juga: Bali Dinobatkan Jadi Pulau Terbaik di Asia 2025, Kalahkan Maldives dan Phuket
Berdasarkan data konservasi di berbagai wilayah Indonesia, populasi penyu saat ini menghadapi ancaman serius akibat pencemaran laut, kerusakan habitat pesisir, perubahan iklim, hingga aktivitas manusia di wilayah pantai. Di Bali sendiri, kawasan Pantai Kuta secara rutin menjadi lokasi penyelamatan telur penyu dan pelepasan tukik, terutama pada musim peneluran antara Mei hingga Oktober.
Pemilihan Bali sebagai lokasi kegiatan konservasi, karena merupakan salah satu wilayah penting habitat peneluran alami penyu di Indonesia, khususnya untuk spesies Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea), yang termasuk satwa dilindungi dan berstatus rentan (vulnerable). Pantai Kuta, Pantai Serangan, Pantai Saba, hingga kawasan Sanur tercatat menjadi area pendaratan dan peneluran alami penyu di Bali.
Karakteristik pantai di Bali, seperti garis pantai landai, pasir halus, vegetasi pesisir, serta suhu dan kelembapan pantai yang sesuai, menjadikan kawasan ini ideal sebagai habitat peneluran penyu. Selain itu, keberadaan komunitas konservasi lokal yang aktif dan konsisten turut menjadikan Bali sebagai salah satu pusat edukasi dan pelestarian penyu di Indonesia.
Baca juga: Bali Dinobatkan Jadi Pulau Terbaik di Asia 2025, Kalahkan Maldives dan Phuket
Berdasarkan data konservasi di berbagai wilayah Indonesia, populasi penyu saat ini menghadapi ancaman serius akibat pencemaran laut, kerusakan habitat pesisir, perubahan iklim, hingga aktivitas manusia di wilayah pantai. Di Bali sendiri, kawasan Pantai Kuta secara rutin menjadi lokasi penyelamatan telur penyu dan pelepasan tukik, terutama pada musim peneluran antara Mei hingga Oktober.
Lihat Juga :