Sungai Katingan Kalteng Meluap, Banjir 1 Meter Rendam 6 Kecamatan
Selasa, 28 Mei 2024 - 10:28 WIB
loading...
Banjir setinggi satu meter masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Selasa (28/5/2024). Foto: iNews TV/Ade Sata
A
A
A
KATINGAN - Banjir setinggi satu meter masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Selasa (28/5/2024) pagi. Bahkan kondisinya kian meluas. Salah satu wilayah terdampak adalah Kecamatan Katingan Tengah.
Warga sulit beraktivitas dan tak bisa bekerja karena banjir memutus akses jalan utama dan tak bisa dilalui dengan kendaraan. Melihat kondisi banjir yang kian parah, warga memilih tetap bertahan di rumahnya yang terendam banjir sambil menunggu bantuan.
”Banjir hampir satu meter lebih, kami bertahan dirumah menunggu bantuan dari pemerintah,” kata Ahmad Suwandi, warga setempat. Dia khawatir dengan banjir susulan mengingat intensitas hujan di daerah ini masih terbilang tinggi.
Baca Juga: Tekan Angka KDRT, Anggota DPRD Kobar Belajar ke Katingan
Kepala Pelaksana BPBD Katingan Markus mengatakan, banjir yang merendam sejumlah wilayah sudah terjadi sejak tanggal 25 Mei 2024 lalu.”Selain hujan deras, banjir akibat meluapnya Sungai Katingan dampak tingginya intensitas hujan dari daerah hulu,” kata Markus.
Warga sulit beraktivitas dan tak bisa bekerja karena banjir memutus akses jalan utama dan tak bisa dilalui dengan kendaraan. Melihat kondisi banjir yang kian parah, warga memilih tetap bertahan di rumahnya yang terendam banjir sambil menunggu bantuan.
”Banjir hampir satu meter lebih, kami bertahan dirumah menunggu bantuan dari pemerintah,” kata Ahmad Suwandi, warga setempat. Dia khawatir dengan banjir susulan mengingat intensitas hujan di daerah ini masih terbilang tinggi.
Baca Juga: Tekan Angka KDRT, Anggota DPRD Kobar Belajar ke Katingan
Kepala Pelaksana BPBD Katingan Markus mengatakan, banjir yang merendam sejumlah wilayah sudah terjadi sejak tanggal 25 Mei 2024 lalu.”Selain hujan deras, banjir akibat meluapnya Sungai Katingan dampak tingginya intensitas hujan dari daerah hulu,” kata Markus.
Lihat Juga :