Lestarikan Budaya Suku Pakpak Lewat Buku dan Rumah Adat
Minggu, 26 Mei 2024 - 06:30 WIB
loading...
Forum Intelektual Suku Pakpak mencanangkan program penulisan buku Rekonstruksi Sejarah Suku Pakpak dan Reinventing Budaya Pakpak, termasuk rumah adat Sapo Jojong Pakpak Silima Suak di TMII. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Forum Intelektual Suku Pakpak terus berupaya melestarikan budaya Suku Pakpak yang masih ada di Indonesia. Salah satunya yaitu dengan membuat buku sejarah dan rumah adat Sapo Jojong Pakpak Silima Suak di TMII Jakarta.
Hal itu diungkapkan Tokoh intelektual suku Pakpak Jhon Wassion Tumangger. Menurutnya, Forum Intelektual Suku Pakpak dibentuk untuk memperkuat identitas dan jati diri masyarakat Pakpak melalui pengembangan kebudayaan dan peradaban yang maju, dinamis, dan demokratis.
Dalam menghadapi era disrupsi budaya karena modernisasi dan globalisasi, Forum Intelektual Suku Pakpak berusaha menghidupkan kembali dan mempertahankan sejarah dan kebudayaan suku Pakpak.
“Dalam upaya melestarikan identitas budaya suku Pakpak, Forum Intelektual Suku Pakpak mencanangkan program penulisan buku “Rekonstruksi Sejarah Suku Pakpak” dan “Reinventing Budaya Pakpak.” Termasuk rumah adat Sapo Jojong Pakpak Silima Suak di TMII Jakarta,” kata Jhon Wassion Tumangger dalam keterangannya, Sabtu (25/5/2024).
Baca Juga: Pelestarian Budaya, Catatan Panjang tentang Sejarah Daerah atau Bangsa
Jhon menjelaskan, Suku Pakpak merupakan salah satu suku tertua yang mendiami wilayah Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Tengah di Sumatera Utara, serta sebagian wilayah Aceh Singkil dan Subulussalam di Aceh.
Sebelum adanya kebudayaan-kebudayaan besar di Indonesia, suku Pakpak telah memiliki peradaban yang cukup maju. Hal ini dipengaruhi oleh Kota Barus yang diyakini sebagai daerah awal penyebaran suku Pakpak yang pada masanya merupakan salah satu pelabuhan internasional yang menjadi pusat perdagangan produk komoditi daerah Pakpak seperti kapur barus dan kemenyan untuk dikirim ke berbagai negara.
Hal itu diungkapkan Tokoh intelektual suku Pakpak Jhon Wassion Tumangger. Menurutnya, Forum Intelektual Suku Pakpak dibentuk untuk memperkuat identitas dan jati diri masyarakat Pakpak melalui pengembangan kebudayaan dan peradaban yang maju, dinamis, dan demokratis.
Dalam menghadapi era disrupsi budaya karena modernisasi dan globalisasi, Forum Intelektual Suku Pakpak berusaha menghidupkan kembali dan mempertahankan sejarah dan kebudayaan suku Pakpak.
“Dalam upaya melestarikan identitas budaya suku Pakpak, Forum Intelektual Suku Pakpak mencanangkan program penulisan buku “Rekonstruksi Sejarah Suku Pakpak” dan “Reinventing Budaya Pakpak.” Termasuk rumah adat Sapo Jojong Pakpak Silima Suak di TMII Jakarta,” kata Jhon Wassion Tumangger dalam keterangannya, Sabtu (25/5/2024).
Baca Juga: Pelestarian Budaya, Catatan Panjang tentang Sejarah Daerah atau Bangsa
Jhon menjelaskan, Suku Pakpak merupakan salah satu suku tertua yang mendiami wilayah Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Tengah di Sumatera Utara, serta sebagian wilayah Aceh Singkil dan Subulussalam di Aceh.
Sebelum adanya kebudayaan-kebudayaan besar di Indonesia, suku Pakpak telah memiliki peradaban yang cukup maju. Hal ini dipengaruhi oleh Kota Barus yang diyakini sebagai daerah awal penyebaran suku Pakpak yang pada masanya merupakan salah satu pelabuhan internasional yang menjadi pusat perdagangan produk komoditi daerah Pakpak seperti kapur barus dan kemenyan untuk dikirim ke berbagai negara.
Lihat Juga :