Kisah Kerajaan Larantuka yang Sempat Dikuasai Majapahit: dari Kejayaan hingga Keruntuhan
Minggu, 26 Mei 2024 - 06:15 WIB
loading...
A
A
A
Pengaruh Portugis terhadap Kerajaan Larantuka sangat besar, terutama dalam hal agama. Pada tahun 1606, tercatat ada sekitar 50 ribu umat Katolik di kepulauan itu. Para raja Larantuka juga dibaptis dengan nama Katolik dan memakai marga Diaz Viera de Godinho (DVG) beserta gelar Don. Raja Katolik-Portugis pertama di Larantuka adalah Ola Adobala, yang bergelar Don Francisco DVG.
Namun, kejayaan Larantuka tidak berlangsung selamanya. Kekayaan alam yang melimpah menarik perhatian Belanda. Keinginan Belanda untuk mendominasi perdagangan kayu cendana membuat mereka menyerang Portugis di Larantuka. Pada tahun 1613, Solor sudah jatuh ke tangan Belanda, dan perlahan mereka mengalihkan perhatian mereka ke Larantuka. Setelah beberapa tahun, Belanda berhasil menaklukkan Larantuka dan mengambil alih kekuasaannya.
Ketika Belanda menguasai Larantuka, mereka menghapus status kerajaan dan menjadikannya bagian dari koloni Hindia Belanda. Pengaruh Belanda semakin kuat di kawasan Timor bagian barat dan bergerak ke timur, menguasai Ende pada tahun 1838 dan Larantuka setahun kemudian. Kerajaan Larantuka pun resmi berakhir dan berganti status menjadi wilayah koloni Hindia Belanda.
Nasib Larantuka semakin bergejolak ketika Belanda menyerah kepada Jepang pada tahun 1942. Kekuasaan di wilayah ini berpindah tangan ke Jepang selama masa Perang Dunia II. Setelah Jepang kalah dan Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, Larantuka memutuskan untuk bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kini, Larantuka menjadi bagian dari Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dan menyimpan sejarah panjang sebagai kerajaan Kristen Katolik pertama di nusantara.
Namun, kejayaan Larantuka tidak berlangsung selamanya. Kekayaan alam yang melimpah menarik perhatian Belanda. Keinginan Belanda untuk mendominasi perdagangan kayu cendana membuat mereka menyerang Portugis di Larantuka. Pada tahun 1613, Solor sudah jatuh ke tangan Belanda, dan perlahan mereka mengalihkan perhatian mereka ke Larantuka. Setelah beberapa tahun, Belanda berhasil menaklukkan Larantuka dan mengambil alih kekuasaannya.
Ketika Belanda menguasai Larantuka, mereka menghapus status kerajaan dan menjadikannya bagian dari koloni Hindia Belanda. Pengaruh Belanda semakin kuat di kawasan Timor bagian barat dan bergerak ke timur, menguasai Ende pada tahun 1838 dan Larantuka setahun kemudian. Kerajaan Larantuka pun resmi berakhir dan berganti status menjadi wilayah koloni Hindia Belanda.
Nasib Larantuka semakin bergejolak ketika Belanda menyerah kepada Jepang pada tahun 1942. Kekuasaan di wilayah ini berpindah tangan ke Jepang selama masa Perang Dunia II. Setelah Jepang kalah dan Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, Larantuka memutuskan untuk bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kini, Larantuka menjadi bagian dari Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dan menyimpan sejarah panjang sebagai kerajaan Kristen Katolik pertama di nusantara.
(hri)
Lihat Juga :