Banjir Rendam 4 Desa di Kabupaten Cirebon, 8.442 Warga Terdampak
Jum'at, 24 Mei 2024 - 17:36 WIB
loading...
A
A
A
Adapun rumah yang terdampak banjir ada sebanyak 2.112 termasuk 13 rumah ibadah dan 6 sekolah. Saat ini, banjir juga berangsur surut, sebagian warga mulai membersihkan rumah dari sisa lumpur dan sampah yang terbawa banjir.
Sementara itu, menurut perkiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Cirebon maupun Kabupaten Kuningan hingga Minggu (26/5/2024).
BNPB mengimbau kepada masyarakat dan pemerintah setemat agar tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi terhadap potensi bencana susulan yang dapat dipicu oleh faktor cuaca. Pembersihan drainase dan saluran air di permukiman agar dilakukan secara berkala.
Baca juga; Sungai Cisanggarung Meluap, Ratusan Rumah Warga di Cirebon Terendam Banjir
Monitoring sungai dan pembersihan material sampah yang dapat menyumbat aliran agar dilakukan sesering mungkin untuk memaksimalkan daya tampung debit air sungai. Jika terjadi hujan lebat dalam durasi lebih dari satu jam, masyarakat yang tinggal di sekitar lereng sungai maupun tebing agar mengevakuasi diri secara mandiri sementara.
Sementara itu, menurut perkiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Cirebon maupun Kabupaten Kuningan hingga Minggu (26/5/2024).
BNPB mengimbau kepada masyarakat dan pemerintah setemat agar tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi terhadap potensi bencana susulan yang dapat dipicu oleh faktor cuaca. Pembersihan drainase dan saluran air di permukiman agar dilakukan secara berkala.
Baca juga; Sungai Cisanggarung Meluap, Ratusan Rumah Warga di Cirebon Terendam Banjir
Monitoring sungai dan pembersihan material sampah yang dapat menyumbat aliran agar dilakukan sesering mungkin untuk memaksimalkan daya tampung debit air sungai. Jika terjadi hujan lebat dalam durasi lebih dari satu jam, masyarakat yang tinggal di sekitar lereng sungai maupun tebing agar mengevakuasi diri secara mandiri sementara.
(wib)
Lihat Juga :