Pilwalkot Bandung, Survei Poldata Indonesia: Atalia Praratya Duduki Peringkat Pertama
Kamis, 23 Mei 2024 - 09:45 WIB
loading...
A
A
A
“Masih terjadi dinamika yang fluktuatif terkait kecenderungan pilihan masyarakat Kota Bandung. Hingga saat ini belum ada kepastian siapa saja yang akan menjadi peserta Pilwalkot Kota Bandung sehingga masyarakat belum menentukan pilihan. Namun yang harus diperhatikan adalah meskipun sempat dinyatakan mundur dari pencalonan, elektabilitas Atalia masih sangat tinggi dan mendominasi,” tambah Fajar.
Baca Juga: Atalia Praratya Batal Maju Pilwalkot Bandung 2024, Ini Alasannya
Selain Golkar, PKS juga berhasil mendorong tiga nama ke bursa pencalonan wali kota. Partai Gerindra dan Nasdem masing-masing menyumbangkan dua kadernya. “Partai Golkar berhasil menjalankan fungsi edukasi dan kaderisasi politik jika dilihat dari jumlah figur kader partai yang berhasil merebut perhatian masyarakat. Namun ini belum final, sejumlah partai masih dalam tahapan penjaringan dan banyak nama potensial yang diisukan akan muncul,” ujar Fajar.
“Pekerjaan wali kota dan wakil wali kota Bandung ke depan tidak sederhana. Sejumlah masalah yang dikeluhkan warga harus direspons dengan baik. Mungkin masalah-masalah tersebut bisa menjadi materi kampanye sehingga memberikan pertimbangan bagi masyarakat Kota Bandung untuk memilih pemimpinnya untuk lima tahun ke depan,” pungkas Fajar.
Kader Golkar Mendominasi Bursa
Partai Golkar menunjukkan kekuatannya dalam proses kaderisasi politik, terutama untuk jabatan publik di Kota Bandung. Selain Atalia, H. Edwin Sanjaya, Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandung, menempati posisi ketiga dalam popularitas. Juga ada Ir. H. Juwanda dan Arfi Rafnialdi sebagai kader baru Golkar faksi Ridwan Kamil.Baca Juga: Atalia Praratya Batal Maju Pilwalkot Bandung 2024, Ini Alasannya
Selain Golkar, PKS juga berhasil mendorong tiga nama ke bursa pencalonan wali kota. Partai Gerindra dan Nasdem masing-masing menyumbangkan dua kadernya. “Partai Golkar berhasil menjalankan fungsi edukasi dan kaderisasi politik jika dilihat dari jumlah figur kader partai yang berhasil merebut perhatian masyarakat. Namun ini belum final, sejumlah partai masih dalam tahapan penjaringan dan banyak nama potensial yang diisukan akan muncul,” ujar Fajar.
Masalah Utama Kota Bandung
Para kandidat yang muncul harus mulai meraih simpati warga dengan solusi nyata atas masalah kota. Menurut kajian Poldata Indonesia Konsultan, masalah utama yang dirasakan masyarakat Bandung meliputi kemacetan, banjir, lapangan pekerjaan yang sulit, jalan berlubang, kemiskinan, kriminalitas, sampah yang tidak terkelola, dan korupsi.“Pekerjaan wali kota dan wakil wali kota Bandung ke depan tidak sederhana. Sejumlah masalah yang dikeluhkan warga harus direspons dengan baik. Mungkin masalah-masalah tersebut bisa menjadi materi kampanye sehingga memberikan pertimbangan bagi masyarakat Kota Bandung untuk memilih pemimpinnya untuk lima tahun ke depan,” pungkas Fajar.
(hri)
Lihat Juga :