Kerajaan Aru, Riwayat Negeri Perompak Penguasa Selat Malaka Abad 13 M
Selasa, 21 Mei 2024 - 06:16 WIB
loading...
A
A
A
”Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada: Lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompu, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik.
"Samana ingsun amukti palapa," demikian ucapan Sumpah Palapa, dari Gajah Mada, sebagaimana dikutip "Sejarah Kerajaan Bawahan Majapahit di Luar Jawa dan Luar Negeri ".
Baca Juga: Kerajaan Gelgel, Bawahan Majapahit yang Berani Melawan Mataram Islam
Lalu Kakawin Nagarakretagama dikatakan, bahwa kerajaan Aru ini juga disebut sebagai negara bawahan Majapahit, seperti yang tertulis dalam pupuh 13 paragraf 1 dan 2.
Kerajaan Aru atau Haru dalam sejarahnya pertama kali muncul di dalam kronik Tiongkok, pada masa Dinasti Yuan, yang menyebutkan bahwa Kubilai Khan pernah menuntut tunduknya penguasa Aru/Haru pada Tiongkok tahun 1282.
Hal ini ditanggapi dengan pengiriman upeti oleh raja Haru tahun 1295. Jika sumber Tiongkok ini benar, maka sebelum Majapahit berdiri, Kerajaan Aru/Haru pernah menjadi kerajaan bawahan kekaisaran Tiongkok.
"Samana ingsun amukti palapa," demikian ucapan Sumpah Palapa, dari Gajah Mada, sebagaimana dikutip "Sejarah Kerajaan Bawahan Majapahit di Luar Jawa dan Luar Negeri ".
Baca Juga: Kerajaan Gelgel, Bawahan Majapahit yang Berani Melawan Mataram Islam
Lalu Kakawin Nagarakretagama dikatakan, bahwa kerajaan Aru ini juga disebut sebagai negara bawahan Majapahit, seperti yang tertulis dalam pupuh 13 paragraf 1 dan 2.
Kerajaan Aru atau Haru dalam sejarahnya pertama kali muncul di dalam kronik Tiongkok, pada masa Dinasti Yuan, yang menyebutkan bahwa Kubilai Khan pernah menuntut tunduknya penguasa Aru/Haru pada Tiongkok tahun 1282.
Hal ini ditanggapi dengan pengiriman upeti oleh raja Haru tahun 1295. Jika sumber Tiongkok ini benar, maka sebelum Majapahit berdiri, Kerajaan Aru/Haru pernah menjadi kerajaan bawahan kekaisaran Tiongkok.
Lihat Juga :