alexametrics

Warga Minta Kasus Perusakan Rumah di Jalan Buru Makassar Dimeja Hijaukan

loading...
Warga Minta Kasus Perusakan Rumah di Jalan Buru Makassar Dimeja Hijaukan
Irawati Lauw, warga Jalan Buru, Kecamatan Wajo, Makassar, Sulawesi Selatan mengaku tak tahu harus berbuat apa lagi agar kasus perusakan rumahnya yang telah berjalan nyaris dua tahun segera mendapatkan kepastian hukum. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
MAKASSAR - Irawati Lauw, warga Jalan Buru, Kecamatan Wajo, Makassar, Sulawesi Selatan mengaku tak tahu harus berbuat apa lagi agar kasus perusakan rumahnya yang telah berjalan nyaris dua tahun segera mendapatkan kepastian hukum. Kasus yang dia laporkan sejak 2017 di Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Sulsel tersebut, hingga kini tak memberikan isyarat akan dinyatakan rampung.

Meski dalam kasus itu sendiri, telah ditetapkan dua orang tersangka masing-masing bernama Jemis Kontaria yang merupakan pemilik toko emas Bogor dan seorang kontraktor yang bernama Edy Wardus Philander.

"Dua tersangka itu sempat praperadilan karena menolak statusnya sebagai tersangka. Tapi Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar menolak praperadilannya dan menyatakan status tersangka sah secara hukum," kata Jermias Rarsina, kuasa hukum Irawati, dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews, Rabu (20/2/2019).



Jermias mengaku heran lantaran kasus dugaan perusakan rumah secara bersama-sama yang dilaporkan kliennya hingga saat ini tak ada kepastian hukum.

"Berkas tersangka hingga saat ini hanya bolak-balik antara penyidik dan jaksa. Itu berulang-ulang terjadi. Padahal alat bukti pendukung adanya unsur perbuatan melawan hukum sangat sempurna bahkan ada putusan praperadilan yang mengikat," tutur Jermias yang juga akademisi di Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar itu.

Dia berharap ada upaya lain yang bisa dilakukan oleh kedua institusi penegak hukum yakni penyidik polisi dan jaksa agar kasus yang dilaporkan kliennya punya kepastian hukum dalam hal ini segera dinyatakan rampung (P21).

"Kami sarankan ada gelar perkara terbuka selain penyidik dan jaksa duduk bersama, tentunya hadirkan kedua belah pihak yakni pihak kami selaku korban dan pihak tersangka sendiri. Agar semua jelas di mana letak masalahnya sehingga kasus ini sulit dinyatakan P21," harap Jermias.

Ia mengaku terakhir mendapatkan jawaban dari pihak penyidik polisi yang menangani kasusnya, jika berkas tersangka kembali dipulangkan setelah diteliti oleh jaksa. Alasannya, kelengkapan berkas belum terpenuhi sehingga harus dilengkapi kembali dengan rangkaian petunjuk dari Jaksa.

"Kami coba cari tahu apa yang menjadi petunjuk jaksa. Ternyata menurut kami petunjuk jaksa tersebut 'petunjuk buntu' dan kami anggap sebagai biang keladi," timpal Jermias.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak