Asal Usul Ibu Kota Kerajaan Majapahit dari Hutan Tarik ke Trowulan
Senin, 20 Mei 2024 - 12:55 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kitab Nagarakretagama, Mpu Prapanca melakukan penelitian sejarah modern. Dia mengunjungi sejumlah tempat suci, mewawancarai pendeta, dan meminjam prasasti. "Kemudian bermulalah malapetaka itu, berupa penobatan Trowulan sebagai ibu kota Majapahit," tulis Ayatrohaedi dalam memoarnya, halaman 333.
Dia menambahkan, kitab Prapanca itu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda, pada 1917. Tahun 1920, Ir Mclaince-Pont, melakukan kunjungan kerja ke daerah Mojokerto dan sampai ke Trowulan.
Di Trowulan dia menemukan sejumlah bangunan yang tidak lagi digunakan. Ada yang berbentuk gapura, candi, dan bangunan lain yang masih tampak utuh, namun sebenarnya sudah bagian dari reruntuhan. Bangunan itu dirasa mirip dengan keadaan ibu kota Majapahit yang dipaparkan pada terjemahan Nagarakretagama.
Baca juga; Megah! Begini Penampakan Istana Majapahit di Trowulan Hasil Artificial Intelligence
“Maka, tanpa melakukan widyapurba karena dia bukan merupakan widyapurbaman, dengan yakin mengatakan bahwa itulah ibu kota Majapahit. Artinya, sejak 1920, Kota Trowulan itu dinobatkan sebagai ibu kota Majapahit,” jelasnya.
Dia menambahkan, kitab Prapanca itu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda, pada 1917. Tahun 1920, Ir Mclaince-Pont, melakukan kunjungan kerja ke daerah Mojokerto dan sampai ke Trowulan.
Di Trowulan dia menemukan sejumlah bangunan yang tidak lagi digunakan. Ada yang berbentuk gapura, candi, dan bangunan lain yang masih tampak utuh, namun sebenarnya sudah bagian dari reruntuhan. Bangunan itu dirasa mirip dengan keadaan ibu kota Majapahit yang dipaparkan pada terjemahan Nagarakretagama.
Baca juga; Megah! Begini Penampakan Istana Majapahit di Trowulan Hasil Artificial Intelligence
“Maka, tanpa melakukan widyapurba karena dia bukan merupakan widyapurbaman, dengan yakin mengatakan bahwa itulah ibu kota Majapahit. Artinya, sejak 1920, Kota Trowulan itu dinobatkan sebagai ibu kota Majapahit,” jelasnya.
Lihat Juga :