Pos Indonesia Dukung Peluncuran Prangko Seri Penanda Kota Buk Renteng dalam Acara HUT ke-108 Sleman
Sabtu, 18 Mei 2024 - 12:21 WIB
loading...
A
A
A
"Dalam era digital ini, dokumentasi melalui media seperti buku dan prangko tetap penting. Mereka merekam perubahan dan perjalanan kehidupan masyarakat," kata Kustini dalam sambutannya.
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Nezar Patria, juga mendukung peluncuran ini. Ia menekankan bahwa prangko masih relevan dan memiliki makna historis, meskipun dunia telah memasuki era digital. Nezar juga menyatakan kekagumannya terhadap Buk Renteng, yang merupakan peninggalan sejarah penting dan berperan besar dalam sistem irigasi di wilayah tersebut.
"Buk Renteng ini mengairi sekitar 20 ribu hektar sawah dan telah menjadi bagian penting dari sejarah Sleman sebagai lumbung pangan. Prangko ini dapat membantu mengenalkan Buk Renteng ke seluruh dunia," tambah Nezar.
Anggota DPR RI dan Ketua Umum Filateli Indonesia, Fadli Zon, mengapresiasi penerbitan prangko Buk Renteng dan menyebutnya sebagai tanda peringatan yang berharga di era globalisasi.
"Prangko tetap relevan sebagai pengingat sejarah. Di era digital, sesuatu yang bersifat material seperti prangko menjadi semakin berharga," ujar Fadli.
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Nezar Patria, juga mendukung peluncuran ini. Ia menekankan bahwa prangko masih relevan dan memiliki makna historis, meskipun dunia telah memasuki era digital. Nezar juga menyatakan kekagumannya terhadap Buk Renteng, yang merupakan peninggalan sejarah penting dan berperan besar dalam sistem irigasi di wilayah tersebut.
"Buk Renteng ini mengairi sekitar 20 ribu hektar sawah dan telah menjadi bagian penting dari sejarah Sleman sebagai lumbung pangan. Prangko ini dapat membantu mengenalkan Buk Renteng ke seluruh dunia," tambah Nezar.
Anggota DPR RI dan Ketua Umum Filateli Indonesia, Fadli Zon, mengapresiasi penerbitan prangko Buk Renteng dan menyebutnya sebagai tanda peringatan yang berharga di era globalisasi.
"Prangko tetap relevan sebagai pengingat sejarah. Di era digital, sesuatu yang bersifat material seperti prangko menjadi semakin berharga," ujar Fadli.
(hri)
Lihat Juga :