alexametrics

Santri Koma Dikeroyok Temannya, 20 Pelaku Diperiksa Polisi

loading...
Santri Koma Dikeroyok Temannya, 20 Pelaku Diperiksa Polisi
Polres Padang Panjang mengusut kasus dugaan penganiayaan terhadap RA santri Pondok Pesantren Modern Nurul Ikhlas, Tanah Datar, Sumbar yang diduga dilakukan belasan rekannya. Pemeriksaan 20 santri di Mapolres Padang Panjang/iNews TV/Wahyu S
A+ A-
BATUSANGKAR - Aparat Polres Padang Panjang terus mengusut kasus dugaan penganiayaan terhadap RA (17) santri Pondok Pesantren Modern Nurul Ikhlas, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat yang diduga dilakukan belasan rekannya. Untuk keperluan tersebut hingga Rabu malam 13 Februari 2019 polisi telah memeriksa 20 orang santri yang diduga ikut melakukan dan tahu tentang pengeroyokan sehingga menyebabkan RA koma.
Santri Koma Dikeroyok Temannya, 20 Pelaku Diperiksa Polisi

Pemeriksaan dilakukan terhadap santri tersebut dengan didampingi oleh orangtuanya masing masing. Dimana sebelumnya kasus ini pada Rabu siang telah dilimpahkan ke Polres Padang Panjang.

Kasat Reskrim Polres Padang Panjang Iptu Kalbert Jonaidi menyebutkan, berdasarkan keterangan 20 orang diduga pelaku yang diperiksa, penganiayaan terjadi karena ketidak senangan teman-teman terhadap korban yang diduga kerap mencuri.
Santri Koma Dikeroyok Temannya, 20 Pelaku Diperiksa Polisi

“Kita sudah pemeriksa lima saksi dan diduga pelaku sebanyak 20 orang juga telah diperiksa untuk mengungkap pelaku dan kronologis kejadian,” kata Iptu Kalbert Jonaidi, Kamis (14/2/2019).

Kepada polisi para pelajar yang rata-rata berusia 15 dan 16 tahun ini mengaku peristiwa pemukulan secara bergantian terhadap korban RA terjadi dalam beberapa hari.



Dari hasil pemeriksaan sementara, kata dia, peristiwa berawal saat korban RA penghuni asrama pria kamar 5 Musa yang kerap bermain ke kamar 7 dan kamar 8 Musa dituduh mencuri uang dan ponsel.

Pada Kamis 7 Februari korban yang dituduh mencuri uang di kamar 7 Musa dipukuli oleh teman-temannya yang tidak senang dengan perilaku korban. Keesokan harinya penganiayaan kembali terjadi saat korban dituduh mencuri ponsel milik temannya di kamar 8 Musa.

Sementara pada Minggu malam 10 Februari korban kembali dipukuli saat dia mengembalikan ponsel ke kamar 8 Musa. Pada malam yang seharusnya waktu istirahat bagi para santri ini korban tak sadarkan diri hingga terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil Padang.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak