Cerita Korban Selamat Banjir Bandang di Agam, Lolos dari Maut setelah Dengar Gemuruh Batu
Senin, 13 Mei 2024 - 20:58 WIB
loading...
Seorang warga Agam, Nofri, selamat dari musibah banjir bandang atau galodo Gunung Marapi. Foto/Wahyu Sikumbang
A
A
A
AGAM - Seorang warga Agam selamat dari musibah banjir bandang atau galodo Gunung Marapi. Setelah selamat, dia bahkan menemukan dan mengevakuasi dua korban tewas yang terseret banjir .
Nofri, seorang korban selamat, warga Galuang, Kecamatan Sungai Puar, Kabupaten Agam, menuturkan kejadian berawal saat kawasan puncak Gunung Marapi diguyur hujan deras sejak Sabtu (11/5/2024) sore hingga malam hari.
Tak lama kemudian hujan reda, lalu disusul oleh turunnya air bercampur batu dan kayu-kayu, meluncur dari puncak. Nofri mengaku beruntung karena melihat air keruh masuk dari celah pintu.
Baca juga; Satu Keluarga di Agam Disapu Banjir Bandang, 2 Anak Meninggal dan Ibunya Hilang
Suara gemuruh bebatuan dari arah gunung membuat penghuni rumah sadar akan bahaya yang akan datang hingga dapat cepat menyelamatkan diri dan keluarga.
“Sebelum kejadian itu ada tanda-tanda terdengar suara gemuruh batu-batu beradu begitu. Saya buka pintu ternyata air besar jadi saya selamatkan anak dan istri keluar ke rumah sebelah,” katanya, Senin (13/5/2024).
![Cerita Korban Selamat Banjir Bandang di Agam, Lolos dari Maut setelah Dengar Gemuruh Batu]()
Banjir lahar dingin atau galodo dari Gunung Marapi meluluhlantakkan permukiman warga di Kabupaten Agam. Material banjir berupa batu bercampur lumpur dan kayu menghanyutkan rumah-rumah dan kendaraan warga.
Nofri, seorang korban selamat, warga Galuang, Kecamatan Sungai Puar, Kabupaten Agam, menuturkan kejadian berawal saat kawasan puncak Gunung Marapi diguyur hujan deras sejak Sabtu (11/5/2024) sore hingga malam hari.
Tak lama kemudian hujan reda, lalu disusul oleh turunnya air bercampur batu dan kayu-kayu, meluncur dari puncak. Nofri mengaku beruntung karena melihat air keruh masuk dari celah pintu.
Baca juga; Satu Keluarga di Agam Disapu Banjir Bandang, 2 Anak Meninggal dan Ibunya Hilang
Suara gemuruh bebatuan dari arah gunung membuat penghuni rumah sadar akan bahaya yang akan datang hingga dapat cepat menyelamatkan diri dan keluarga.
“Sebelum kejadian itu ada tanda-tanda terdengar suara gemuruh batu-batu beradu begitu. Saya buka pintu ternyata air besar jadi saya selamatkan anak dan istri keluar ke rumah sebelah,” katanya, Senin (13/5/2024).

Banjir lahar dingin atau galodo dari Gunung Marapi meluluhlantakkan permukiman warga di Kabupaten Agam. Material banjir berupa batu bercampur lumpur dan kayu menghanyutkan rumah-rumah dan kendaraan warga.
Lihat Juga :