Praktik Aborsi Ilegal, Selama 15 Bulan Ribuan Janin Dibunuh

Rabu, 19 Agustus 2020 - 07:09 WIB
loading...
A A A
Sebelumnya tempat praktik aborsi yang melibatkan ribuan pasien juga pernah digerebek di Jalan Paseban Raya, Senen, Jakarta Pusat. Klinik tersebut beroperasi sejak 2018 hingga awal 2020.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan, tiga tersangka yang ditangkap memiliki peran masing-masing. Tersangka A merupakan seorang dokter, namun tidak memiliki keahlian khusus dalam masalah kandungan. Tersangka A ini pernah bermasalah di Polres Bekasi tentang kasus yang sama dan divonis tiga bulan pada 2016.

Tersangka lainnya, RM, merupakan seorang bidan yang membantu A dalam melalukan aborsi. Seperti A, RM juga merupakan residivis dalam kasus yang sama pada 2016 dan telah divonis dua tahun penjara. Sedangkan tersangka SI merupakan karyawan klinik yang bertugas di bagian pendaftaran dan administrasi. “Sejak beroperasi tahun 2008 tercatat sudah ada 1.632 pasien yang datang ke klinik tersebut. Akan tetapi, baru sebanyak 903 pasien yang melakukan aborsi,” katanya. (Baca juga: Dipakai Jokowi, Sepeda Lipat Kreuz Banjir Orderan hingga 2023)

Yusri menyatakan, rata-rata pasien yang datang ke klinik—yang tidak berizin dan tidak memiliki nama—itu merupakan pasangan yang hamil di luar nikah hingga gagal menjalankan program KB. “Rata-rata yang diaborsi yang hamil di luar nikah, adanya kontrak kerja yang mengharuskan tidak hamil, ketiga gagal KB, tapi tetap hamil,” jelasnya.

Klinik ilegal yang menjalankan praktik aborsi di Jakpus mempromosikan jasanya melalui media sosial. Yusri mengatakan, klinik itu mematok harga berkisar mulai dari Rp1 juta hingga Rp4 juta ke atas. “Promosi tarif ada yang janin 1 bulan, 2 bulan, 1 bulan Rp1 juta, 2 bulan Rp2 juta. Registrasi Rp300.000, di atas empat bulan di atas Rp4 juta,” katanya.

Yusri mengungkapkan, rumah yang dijadikan klinik aborsi tersebut berstatus sewa. Para tersangka menyewa rumah yang dijadikan klinik ilegal seharga Rp175 juta per tahun. Biasanya janin hasil aborsi dibuang di septictank yang ada di klinik oleh para tersangka. “Janin biasa ditemukan di septictank,” kata Yusri.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan, aborsi merupakan kejahatan kemanusiaan karena menghilangkan nyawa orang yang hidup secara paksa. Menurutnya, berulangkali kasus tersebut terjadi karena hukuman yang diberikan pelaku sangat ringan. (Lihat videonya: Waspada! Kini Beredar Emas Palsu yang Dicampur Perak)

Dia mengatakan, para tersangka bisa dijerat dengan UU Perlindungan Anak karena telah merampas hak hidup secara paksa. “Kalau boleh, tambahkan UU Perlindungan Anak tentang aborsi karena definisi perlindungan anak. Itu anak di bawah 18 tahun sejak janin sekalipun dia punya hak hidup. Ini aborsi menghilangkan secara paksa hak hidup seseorang,” ucapnya. (Helmi Syarif)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Geram Difitnah Somasi...
Geram Difitnah Somasi Ibu, Ratu Sofya Resmi Laporkan Produser Film ke Polda Metro Jaya
Surya Saputra Datangi...
Surya Saputra Datangi Polda Metro Jaya, Laporkan Pencatutan Identitas di Medsos
Ratu Sofya Sambangi...
Ratu Sofya Sambangi Polda Metro Jaya, Ada Apa?
Rekomendasi
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved