Red Carpert untuk Otoped?

Rabu, 19 Agustus 2020 - 06:00 WIB
loading...
A A A
Regulasi Masih Belum Jelas

Di berbagai belahan di dunia otoped memang disukai banyak anak muda, namun juga dibenci sebagian generasi yang lebih tua. Otoped dianggap sebagai kendaraan yang tidak memiliki citra green dan kesan kendaraan masa depan. Itu terbukti dengan banyak negara yang masih berambisi mengizinkan otoped, tetapi di banyak kota dunia lain justru melarang otoped karena membahayakan. (Baca juga: Buktikan Bumi Bulat Pria Ini Sampai Naik ke Puncak Gunung)

Di tengah pandemi korona dan isolasi wilayah, otoped pun kembali marak di berbagai belahan dunia. Kendaraan bebas emisi dan transportasi yang mampu menjaga jarak menjadikan otoped sebagai solusi transportasi terbaik.

Platform penyewaan otoped telah tersedia di lebih dari 100 negara, dari Cile hingga Korea Selatan dan Selandia Baru. Tapi, negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat (AS) masih mendominasi. Sebuah penelitian menyebutkan pada 2024, ada 4,6 juta otoped akan beroperasi di seluruh dunia. Itu berarti mengalami peningkatan tajam dibandingkan pada 2019 yang hanya 774.000.

Red Carpert untuk Otoped?


Di tengah isu keselamatan dan keamanan pengendara otoped karena banyak kasus kecelakaan, ternyata regulasi dan legislasi otoped di berbagai negara menjadi perhatian. Di Inggris, pada Mei lalu pemerintah di sana telah mengumumkan uji coba aturan otoped selama setahun ke depan. Sejak 4 Juli lalu penyewaan otoped di Negeri Ratu Elizabeth itu dinyatakan legal. Namun, di Singapura dan Shanghai otoped masih dilarang. Khusus di Paris, otoped dilarang digunakan di jalur bagi pedestrian.

Bukan hanya Inggris yang memandang otoped sebagai solusi transportasi pascapandemi korona. Di Brisbane, Australia, baru-baru ini pemerintah di sana memutuskan memperpanjang uji coba otoped selama setahun ke depan. Australia ingin memberikan kesempatan bagi warganya menggunakan otoped agar tidak menggunakan transportasi publik selama pandemi. (Lihat videonya: Waspada! Kini Beredar Emas Palsu yang Bercampur Perak)

Berbeda dengan itu, Bogota, Kolombia, mengizinkan operasional otoped saat selepas lockdown . Pemerintah di Buenos Aires, Argentina, justru mendorong masyarakat menggunakan otoped dan sepeda untuk perjalanan jangka pendek sebagai skenario baru dalam mobilitas warganya. (Bima Setyadi/Andika Mustaqim/Hakim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Segera Punya Motor Listrik Nasional, Siap Diluncurkan dalam Hitungan Minggu
Perluas Akses Pembiayaan...
Perluas Akses Pembiayaan EV, Mandiri Auto Deals 2026 Tawarkan Pengalaman Menarik
Rekomendasi
China Pastikan Kendaraan...
China Pastikan Kendaraan Listrik Berukuran Besar Merusak Jalan
Honda CB400SF E-Clutch...
Honda CB400SF E-Clutch dan CBR400R Four Siap Diluncurkan Bulan Depan!
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
Berita Terkini
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved