Kisah Kematian Tamperan dan Pangereyep usai Dihujani Ribuan Panah Geger Sunten

Jum'at, 10 Mei 2024 - 06:06 WIB
loading...
Kisah Kematian Tamperan...
Pasukan Mataram Kuno dikerahkan serang Galuh usai Raja Sunda Tamperan Barmawijaya tewas dihujani panah. Foto/Ilustrasi
A A A
Tamperan Barmawijaya, Raja Sunda konon pernah terlibat skandal perselingkuhan saat bertahta. Sang raja bahkan sampai melahirkan seorang anak dari hubungan gelapnya dengan perempuan cantik bernama Pangereyep.

Sosoknya juga suka berjudi sabung ayam, hingga meresahkan rakyatnya. Konon sifat-sifat buruk itu mewarisi Mandiminyak, leluhurnya dari Kerajaan Galuh yang sama-sama berada di tanah Sunda.

Tamperan Barmawijaya kerap membuat skandal asmara, hingga suka bermain perempuan.

Baca Juga: Biografi Raja Purnawarman, Sejarah, Silsilah, Masa Berkuasa dan Peninggalan

Alhasil sang raja kala itu menghamili perempuan cantik hingga melahirkan anak dari hasil hubungan gelapnya. Kamarasa (Banga) nama anak yang dilahirkan dari rahim Pangereyep, demikian nama perempuan itu dikutip dari "Hitam Putih Mahapatih Gajah Mada".

Selain kerap berselingkuh dan bermain perempuan, Tamperan konon kerap menyabung ayam alias berjudi. Hal ini yang membuat ia tak menyadari adanya musuh dari luar yang menghantuinya.

Salah satunya ketika bertemu Manarah atau Ciung Wanara, yang mempersiapkan pemberontakan merebut tahta dari Tamperan. Apalagi Ciung Wanara mendapat dukungan dari Ki Balangantrang dari Geger Sunten, dalam mempersiapkan segala upaya pemberontakan.

Skenario serangan pun diusung oleh Ciung Wanara ke tlatah ibu kota Sunda.Pada siang hari bertepatan pesta sabung ayam, pasukan Manarah menyerbu. Kudeta Manarah menuai hasil, dalam waktu singkat, kekuasaan Tamperan dapat dikuasai oleh Manarah.

Baca Juga: Kisah Perjanjian Perdagangan Pajajaran dan Portugis Bikin Kerajaan Demak Terdesak

Tamperan, Pangrenyep, dan Banga ditawan di gelanggang sabung ayam. Tetapi Banga sang anak Tamperan, akhirnya dibiarkan bebas.Namun Banga pulalah yang membantu Tamperan dan Pangrenyep bebas dari jeratan Manarah.

Nahas saat keduanya keluar dari tawanan Manarah, usaha Tamperan dan Pangrenyep, yang akan melarikan diri pada malam hari kandas. Keduanya tewas dihujani ribuan panah oleh pasukan Geger Sunten.

Tewasnya Tamperan didengar oleh Sanjaya yang telah memerintah di Kerajaan Medang Mataram Kuno periode Jawa Tengah. Sanjaya pun segera mengerahkan pasukannya untuk menyerang Galuh.

Manarah yang mendapatkan laporan dari telik sandi telah bersiaga untuk menghadapi pasukan Mataram.Dengan mendapat dukungan sisa-sisa pasukan Indraprastha Wanagiri dan raja - raja Kuningan, pasukan Galuh bertempur melawan pasukan Medang.

Perang besar sesama trah Wretikandayun itu berakhir, setelah Raja Resi Demunawan dari Saunggalah melalui Perjanjian Galuh, menghasilkan kesepakatan. Di perjanjian itu dihasilkan keputusan bahwa Galuh diserahkan pada Manarah, dan Sunda pada Banga.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Ahmad Dhani Blak-blakan...
Ahmad Dhani Blak-blakan Soal Penyebab Perceraian, Klaim Pergoki Maia Selingkuh
Panas Lagi! Ahmad Dhani...
Panas Lagi! Ahmad Dhani Klaim Cerai Maia Estianty karena Selingkuh
Ahmad Dhani Kembali...
Ahmad Dhani Kembali Sindir Maia Estianty, Isu Perselingkuhan Diungkit Kembali
Rekomendasi
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Cari 38 Finalis Terbaik, Audisi Terakhir Digelar di Jakarta
Berita Terkini
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved