Bangun Pelabuhan Smelter Nikel di Kaltim, MMP dan PTPP Dukung Hilirisasi Mineral Indonesia
Rabu, 08 Mei 2024 - 11:15 WIB
loading...
PT MMP dan PT PP dalam pembangunan pelabuhan yang kokoh untuk mendukung kelancaran kegiatan pembangunan dan operasional smelter nikel MMP di Balikpapan. Foto/Ilustrasi/Dok.Sindonews
A
A
A
BALIKPAPAN - PT Mitra Murni Perkasa (MMP) bergandengan tangan dengan PT Pembangunan Perumahan (PT PP) dalam pembangunan pelabuhan yang kokoh untuk mendukung kelancaran kegiatan pembangunan dan operasional smelter nikel MMP di Kariangau, Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Kemitraan strategis ini diresmikan melalui seremoni serah terima penyelesaian pembangunan pelabuhan yang bertajuk "MMP Port Handover" pada Jumat (3/5/2024).
Pelabuhan smelter nikel MMP ini bukan sembarang pelabuhan. Dirancang dengan kapasitas fantastis sebesar 7-7,5 juta ton per tahun, pelabuhan ini siap menampung kapal-kapal Panamax raksasa hingga 80.000 Deadweight Tonnage (DWT). Dilengkapi dengan 2 portal luffing crane canggih, pelabuhan ini siap menjadi gerbang maritim yang efisien dan modern bagi MMP.
Lebih membanggakan lagi, proyek ambisius ini berhasil dirampungkan dalam waktu kurang dari 15 bulan, sebuah pencapaian luar biasa untuk proyek berskala besar seperti ini. Tak hanya itu, proyek ini juga menorehkan catatan gemilang dalam aspek keselamatan kerja. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen tinggi dan kolaborasi luar biasa dari MMP dan PT PP dalam mengerjakan proyek prestisius ini.
Presiden Direktur PT MMP,Adhi Dharma Mustopo menyampaikan apresiasi setinggi langit kepada PT PP atas kolaborasi profesionalnya yang menghasilkan catatan kinerja gemilang. "Pelabuhan ini menjadi kebanggaan bagi MMP karena membawa kami semakin dekat dengan tujuan mulia untuk berkontribusi pada agenda hilirisasi mineral di Indonesia," ujar Adhi.
Baca Juga: Pemerintah Kaji Rencana Moratorium Izin Proyek Smelter Nikel
Lebih lanjut, Adhi menjelaskan bahwa pelabuhan ini memegang peran krusial dalam mendukung perkembangan MMP di masa depan. Ia optimis bahwa pelabuhan ini akan menjadi pondasi kokoh bagi pembangunan ekosistem industri energi hijau yang berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak signifikan bagi pengembangan ekonomi dan industri di Indonesia, khususnya Kalimantan Timur, di sektor hilir mineral nikel.
"Sebagai bagian dari MMS Group Indonesia, MMP selalu berkomitmen pada prinsip bisnis berkelanjutan yang sejalan dengan visi misi Group dalam menjalankan setiap kegiatannya. Kegiatan operasional kami dirancang untuk meminimalkan emisi karbon sebagai bagian dari upaya mewujudkan program Net Zero Emission Indonesia 2060," tegas Adhi.
Pelabuhan smelter nikel MMP ini bukan sembarang pelabuhan. Dirancang dengan kapasitas fantastis sebesar 7-7,5 juta ton per tahun, pelabuhan ini siap menampung kapal-kapal Panamax raksasa hingga 80.000 Deadweight Tonnage (DWT). Dilengkapi dengan 2 portal luffing crane canggih, pelabuhan ini siap menjadi gerbang maritim yang efisien dan modern bagi MMP.
Lebih membanggakan lagi, proyek ambisius ini berhasil dirampungkan dalam waktu kurang dari 15 bulan, sebuah pencapaian luar biasa untuk proyek berskala besar seperti ini. Tak hanya itu, proyek ini juga menorehkan catatan gemilang dalam aspek keselamatan kerja. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen tinggi dan kolaborasi luar biasa dari MMP dan PT PP dalam mengerjakan proyek prestisius ini.
Presiden Direktur PT MMP,Adhi Dharma Mustopo menyampaikan apresiasi setinggi langit kepada PT PP atas kolaborasi profesionalnya yang menghasilkan catatan kinerja gemilang. "Pelabuhan ini menjadi kebanggaan bagi MMP karena membawa kami semakin dekat dengan tujuan mulia untuk berkontribusi pada agenda hilirisasi mineral di Indonesia," ujar Adhi.
Baca Juga: Pemerintah Kaji Rencana Moratorium Izin Proyek Smelter Nikel
Lebih lanjut, Adhi menjelaskan bahwa pelabuhan ini memegang peran krusial dalam mendukung perkembangan MMP di masa depan. Ia optimis bahwa pelabuhan ini akan menjadi pondasi kokoh bagi pembangunan ekosistem industri energi hijau yang berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak signifikan bagi pengembangan ekonomi dan industri di Indonesia, khususnya Kalimantan Timur, di sektor hilir mineral nikel.
"Sebagai bagian dari MMS Group Indonesia, MMP selalu berkomitmen pada prinsip bisnis berkelanjutan yang sejalan dengan visi misi Group dalam menjalankan setiap kegiatannya. Kegiatan operasional kami dirancang untuk meminimalkan emisi karbon sebagai bagian dari upaya mewujudkan program Net Zero Emission Indonesia 2060," tegas Adhi.
Lihat Juga :