'Manusia Karung' Mulai Hiasi Trotoar Kota Palembang
Jum'at, 01 Mei 2020 - 11:07 WIB
loading...
A
A
A
“Tidak ada yang mau seperti ini nak, tapi kami mau makan apa? Kami juga tidak minta, kalau orang kasih yang kami terima,” ujar Rosma, wanita berusia 50 tahun saat ditemui di trotoar Jalan Kol H Barlian depan Taman Wisata Punti Kayu.
Tidak berbeda dengan Eli, manusia karung lainnya. Ibu muda dengan menggendong anak ini mengaku suaminya hanya buruh bangunan yang biasa menjadi kernet (pembantu) tukang bangunan.
Biasanya pendapatan mereka lumayan, perhari suaminya dibayar Rp90.000. Namun dengan Corona, tidak ada pekerjaan yang bisa dilakukan suaminya. “Jadi tukang cuci juga orang takut om, takut Corona. Laki la sebulan setengah dak begawe,” tutur ibu dua anak ini dengan sebagian berbahasa Palembang.
Disinggung apakah tak malu, warga Jalan Pengadilan Tinggi tepatnya Pulau Gadung ini menjawab terpaksa karena tidak ada penghasilan. Beruntung listrik dan air bersih digratiskan, namun makan sehari – hari tetap harus diusahakan.
Dengan menjadi manusia karung, Eli mengaku terkadang dapat bantuan dari pengendara yang dermawan. “Alhamdulillah kadang dapat sembako, tapi jarang. Kadang ada uang, tidak setiap hari dapat,” katanya.
Tidak berbeda dengan Eli, manusia karung lainnya. Ibu muda dengan menggendong anak ini mengaku suaminya hanya buruh bangunan yang biasa menjadi kernet (pembantu) tukang bangunan.
Biasanya pendapatan mereka lumayan, perhari suaminya dibayar Rp90.000. Namun dengan Corona, tidak ada pekerjaan yang bisa dilakukan suaminya. “Jadi tukang cuci juga orang takut om, takut Corona. Laki la sebulan setengah dak begawe,” tutur ibu dua anak ini dengan sebagian berbahasa Palembang.
Disinggung apakah tak malu, warga Jalan Pengadilan Tinggi tepatnya Pulau Gadung ini menjawab terpaksa karena tidak ada penghasilan. Beruntung listrik dan air bersih digratiskan, namun makan sehari – hari tetap harus diusahakan.
Dengan menjadi manusia karung, Eli mengaku terkadang dapat bantuan dari pengendara yang dermawan. “Alhamdulillah kadang dapat sembako, tapi jarang. Kadang ada uang, tidak setiap hari dapat,” katanya.
Lihat Juga :