Kisah Heroik Panembahan Senopati Taklukkan Surabaya dengan Bantuan Sunan Giri
Jum'at, 19 April 2024 - 06:09 WIB
loading...
A
A
A
Maka, adipati Surabaya langsung mempersiapkan kekuatannya yang besar demi menghadapi serangan Mataram itu. Sebagai bentuk persiapan menghadapi serangan besar ini, Adipati Surabaya juga mengumpulkan seluruh bupati yang ada di bawahnya, di antaranya adalah bupati Tuban, Lamongan, Gresik, Lumajang, Kertasana, Malang, Pasuruan, Kediri, Blitar, Pringgabaya, Lasem, Madura, Sumenep, Pakacangan dan Pragunan.
Ekspansi Panembahan Senopati ke Surabaya ini juga melibatkan Sunan Giri. Dengan bantuan Sunan Giri, pertumpahan darah yang lebih hebat bisa dihindari. Surabaya kemudian tidak jadi ditaklukkan, melainkan bersedia mengakui kedaulatan Mataram. Hal ini berarti bahwa Surabaya berada di bawah kekuasaan Mataram.
Setelah berhasil membuat Surabaya tunduk, Panembahan Senopati kemudian menggerakkan bala tentaranya untuk menduduki Madiun. Tapi ternyata jumlah prajurit Madiun jauh lebih banyak daripada Mataram.
Saat itu adipati Madiun juga mengumpulkan para bupati untuk mempersiapkan pasukan masing-masing, menghadapi gelombang serangan dari Mataram. Bentrokan pun pecah di antara dua kekuatan itu. Mataram menghadapi serangan besar dari Madiun dan Ponorogo, hal inilah yang memunculkan strategi tipu muslihat dari Senopati kala itu.
Ekspansi Panembahan Senopati ke Surabaya ini juga melibatkan Sunan Giri. Dengan bantuan Sunan Giri, pertumpahan darah yang lebih hebat bisa dihindari. Surabaya kemudian tidak jadi ditaklukkan, melainkan bersedia mengakui kedaulatan Mataram. Hal ini berarti bahwa Surabaya berada di bawah kekuasaan Mataram.
Setelah berhasil membuat Surabaya tunduk, Panembahan Senopati kemudian menggerakkan bala tentaranya untuk menduduki Madiun. Tapi ternyata jumlah prajurit Madiun jauh lebih banyak daripada Mataram.
Saat itu adipati Madiun juga mengumpulkan para bupati untuk mempersiapkan pasukan masing-masing, menghadapi gelombang serangan dari Mataram. Bentrokan pun pecah di antara dua kekuatan itu. Mataram menghadapi serangan besar dari Madiun dan Ponorogo, hal inilah yang memunculkan strategi tipu muslihat dari Senopati kala itu.
(hri)
Lihat Juga :