Kisah Heroik Panembahan Senopati Taklukkan Surabaya dengan Bantuan Sunan Giri

Jum'at, 19 April 2024 - 06:09 WIB
loading...
Kisah Heroik Panembahan...
Panembahan Senopati menjadi raja pertama di Mataram yang berusaha menaklukkan Surabaya. Foto/Ist
A A A
Panembahan Senopati menjadi raja pertama di Mataram yang berusaha menaklukkan Surabaya. Serangan ke Surabaya itu konon juga dipengaruhi oleh Sunan Giri sehingga Mataram, berhasil mengatasi perlawanan Surabaya tanpa pertumpahan darah.

Konon sejarah mencatat ekspansi atau perluasan dilakukan oleh tiga raja yakni Panembahan Senopati, diteruskan anaknya Hanyakrawati, dan Sultan Agung. Tapi keberhasilan Panembahan Senopati membuka asa penaklukkan wilayah Kerajaan Surabaya lainnya.

Ekspansi ke Surabaya membuat Mataram kian kuat dan disegani. Ekspansi yang dikomandoi oleh Panembahan Senopati ini sendiri dilakukan di akhir abad 16 atau sekitar 1586, sebagaimana dikisahkan dari "Tuah Bumi Mataram : Dari Panembahan Senopati hingga Amangkurat II".

Guna melancarkan misi penaklukkan Surabaya ini, Panembahan Senopati membawa sejumlah pasukannya yang besar ke Surabaya melalui Blora kemudian istirahat di Jipang. Invasi yang dilakukan oleh Panembahan Senopati ini telah diketahui oleh adipati Surabaya.

Baca Juga: Pembangkangan Panembahan Senopati Simbol Perlawanan kepada Kerajaan Pajang

Maka, adipati Surabaya langsung mempersiapkan kekuatannya yang besar demi menghadapi serangan Mataram itu. Sebagai bentuk persiapan menghadapi serangan besar ini, Adipati Surabaya juga mengumpulkan seluruh bupati yang ada di bawahnya, di antaranya adalah bupati Tuban, Lamongan, Gresik, Lumajang, Kertasana, Malang, Pasuruan, Kediri, Blitar, Pringgabaya, Lasem, Madura, Sumenep, Pakacangan dan Pragunan.

Ekspansi Panembahan Senopati ke Surabaya ini juga melibatkan Sunan Giri. Dengan bantuan Sunan Giri, pertumpahan darah yang lebih hebat bisa dihindari. Surabaya kemudian tidak jadi ditaklukkan, melainkan bersedia mengakui kedaulatan Mataram. Hal ini berarti bahwa Surabaya berada di bawah kekuasaan Mataram.

Setelah berhasil membuat Surabaya tunduk, Panembahan Senopati kemudian menggerakkan bala tentaranya untuk menduduki Madiun. Tapi ternyata jumlah prajurit Madiun jauh lebih banyak daripada Mataram.

Saat itu adipati Madiun juga mengumpulkan para bupati untuk mempersiapkan pasukan masing-masing, menghadapi gelombang serangan dari Mataram. Bentrokan pun pecah di antara dua kekuatan itu. Mataram menghadapi serangan besar dari Madiun dan Ponorogo, hal inilah yang memunculkan strategi tipu muslihat dari Senopati kala itu.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Dramatis! Polisi Kejar-Kejaran...
Dramatis! Polisi Kejar-Kejaran Tangkap Gengster di Surabaya, 3 Remaja Diamankan
Kecelakaan Mengerikan!...
Kecelakaan Mengerikan! Kontainer Jatuh Timpa Pemotor di Surabaya
Ribuan Pemudik Tiba...
Ribuan Pemudik Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya
Rekomendasi
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
AS Bidik Tuan Rumah...
AS Bidik Tuan Rumah Piala Dunia 2038
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved