alexametrics

Pencak Dor, Pertarungan Bebas dan Amat Keras Namun Penuh Sportivitas

loading...
Pencak Dor, Pertarungan Bebas dan Amat Keras Namun Penuh Sportivitas
Pencak Dor kelahirannya diiniasiasi KH Agus Maksum Jauhari,cucu pendiri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri KH Abdul Karim.Olahraga ini sangat keras namun penuh sportivitas. Foto/SINDOnews/Dok.
A+ A-
TULUNGAGUNG - Pada Minggu 7 Oktober 2018 lalu entah apa sebabnya telah terjadi pengerusakan di Desa Suruh Lor, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Dan ternyata aksi anarkisme pada dini hari itu merupakan pengulangan aksi sebelumnya. Lebih mengerikannya lagi aksi itu dilakukan para pendekar perguruan silat.

Melihat situasi semacam itu, Pemkab Tulungagung pun berencana menghidupkan kembali panggung Pencak Dor atau ajang tarung bebas yang bersemangatkan pertandingan.

Kabag Humas Pemkab Tulungagung Sudarmaji kepada Sindonews belum lama ini menyebutkan, Pencak Dor merupakan tradisi tarung bebas masyarakat wilayah eks Karsidenan Kediri dan sekitarnya, seperti Blitar, Tulungagung dan Nganjuk.

Tradisi ini biasanya digelar setiap menjelang bulan Ramadhan. Pesertanya para anggota perguruan silat atau individu yang menyukai tantangan andrenalin. Di gelanggang Pencak Dor, para pendekar dan petarung dibebaskan mengekspresikan skill bela dirinya.

Energi para pendekar dan orang orang yang menyukai pertarungan diharapkan bisa tersalurkan. Kendati demikian, aturan main dan sportivitas, yakni termasuk larangan melanjutkan pertarungan di bawah panggung, harus dijunjung tinggi tinggi.

Namun apa sebenarnya dan bagaimana Pencak Dor muncul pertama kali. Lalu siapa pula yang mempunyai ide tersebut.

Pencak Dor merupakan gaya tarung bebas yang telah berlangsung sejak lama. Kegiatan ini juga untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal.

Biasanya para pendekar terbaik akan bertarung, adu jotos, tendangan atau bantingan, bahkan cekikan yang terkesan liar menjadi suguhan yang menarik. Hanya satu misi yang mereka bawa kehormatan perguruan silat masing-masing.

Lantas mulai kapan permainan ini terlihat. Pencak Dor mulai muncul sejak era 1960-an. Olahraga ini memang sangat digemari oleh khalayak ramai di Kediri Raya.Tak kurang ratusan bahkan ribuan penonton hadir memadati arena setiap kali acara ini digelar.

Pencak Dor sendiri diiniasiasi oleh Kiai Agus Maksum Jauhari atau yang biasa dipanggil Gus Maksum. Dia tak lain adalah cucu dari pendiri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri KH Abdul Karim.

Pencak Dor dilahirkan di Pesantren Lirboyo Kediri yang juga pesantren salaf yang berdiri sejak pada 1910 santri. Di era tahun 1960 an juga dikenal sebagai tempat pengkaderan para pendekar silat dari kalangan santri.

Tujuan kegiatan ini untuk menjaga terjalinnya silaturahmi sesama pendekar dan media dakwah pemuda.

Pendirian arena Pencak Dor ini dilatarbelakangi oleh kegelisahan Gus Maksum melihat makin maraknya aksi perkelahian antar remaja di Kediri kala itu.Tak jarang dari perkelahian tersebut menimbulkan korban, sifat arogan pemuda yang sulit terkontrol menjadi salah satu penyebabnya.

Sejalan dengan makin maraknya aksi tersebut, maka Gus Maksum mempunyai ide adanya suatu arena untuk bertarung satu lawan satu dengan fair. Biasanya mereka dipertemukan dalam gelanggap pencak dor ukuran sekitar 8 x 4 meter.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak