Legenda Panji Laras dari Sampang Madura, Berdakwah dengan Ayam Jago Tak Terkalahkan

Sabtu, 13 April 2024 - 12:35 WIB
loading...
Legenda Panji Laras...
Makam Pani Laras di Kampung Madegan, Kelurahan Polagan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Foto/Diwan Mohamad Zahri
A A A
Panji Laras bagi masyarakat Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur merupakan sosok legenda rakyat yang sangat dikenal. Makamnya berada di Kampung Madegan, Kelurahan Polagan, Kabupaten Sampang.

Dikisahkan, Panji Laras memiliki seekor ayam jago yang tidak terkalahkan bahkan setiap kali bertarung selalu membuat musuh terkapar tidak berdaya. Uniknya ayam jago tersebut dijadikan sebagai media dakwah dalam menyebar ajaran Islam oleh Panji Laras.

Juru kunci Makam Panji Laras, Fauzan menuturkan bahwa sosok Panji Laras dulu sangat disegani oleh masyarakat. Panji Laras mengadu ayam jagonya dengan ayam jago milik orang lain.

Baca juga; Mengulik Asal-usul Nama Madura, Legenda Maddhuna Saghara

Jika lawannya kalah, maka lawannya akan memeluk Islam. "Kegemaran sabung ayam sembari menyebarkan agama Islam merupakan hal yang sangat luar biasa," ungkapnya.

Di luar Kabupaten Sampang juga dikisahkan tentang Panji Laras. Namun, yang paling mendekati kebenaran yakni di Madegen, Sampang.

Kisah Panji Laras berawal saat Raja Jayengrono berburu di hutan. Dia tersesat dan tiba-tiba melihat sebuah rumah yang dihuni perempuan dan nenek tua.

Raja terpesona melihat kecantikan perempuan yang bernama Timun Emas alias Centil Kuning itu. Jayengrono kemudian menikahi Centil Kuning.

Baca juga; Kisah Panji Laras, Legenda Sampang Madura yang Berdakwah dengan Ayam Jago Tak Terkalahkan

Beberapa bulan setelah menikah, Jayengrono meminta izin kepada Centil Kuning kembali ke kerajaan untuk mengurus rakyatnya. Saat berpamitan, Centil Kuning sedang hamil tiga bulan.

Setelah ditunggu beberapa bulan, ternyata raja tersebut tidak kunjung datang. Hingga akhirnya, perempuan itu melahirkan bayi laki-laki yang diberi nama Panji Laras.

Waktu terus berjalan, Panji Laras tumbuh besar. Saat Panji sudah bisa berjalan, tiba-tiba anak tersebut melihat seekor burung elang yang berputar-putar di atas rumahnya sambil mencengkeram sebutir telur. Lalu, burung itu turun dan meletakkan telur di dekat Panji.

Panji Laras mengambil telur itu dan menceritakan peristiwa aneh tersebut kepada ibunya. Ibunya lalu mengeramkan telur itu ke lilitan ular. Sebab, dia tidak punya ayam untuk dieramkan

Beberapa hari kemudian, menetaslah telur itu menjadi seekor ayam jantan yang diberi nama Cindi Laras. Ayam jantan itu selalu menang saat diadu dengan ayam-ayam jago lainnya.

Saat itu ayam tersebut kesohor hingga terdengar oleh raja. Dipanggillah Panji Laras untuk menghadap istana sembari membawa sang Cindi Laras untuk diadu dengan ayam jago milik raja.

Pertarungan itu dimenangkan oleh ayam milik Panji Laras. Karena ayamnya kalah, sang raja pun kecewa. Dia memanggil Panji Laras dan ditanyakan asal-usulnya.

Dari penjelasan itulah, sang raja menyadari bahwa yang ada di depannya itu merupakan putranya sendiri. Setelah Panji Laras bertemu dengan ayahandanya, dia berpamitan kepada ayahanda dan ibundanya untuk belajar agama Islam.

Setelah beberapa tahun mendalami agama Islam, dia diperintahkan oleh gurunya untuk mengembara ke Pulau Garam. Di Madura inilah dia menyebarkan agama Islam. Tak lupa dia juga membawa ayam jagonya untuk dijadikan media dakwah.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Permudah Akses, BM Emas...
Permudah Akses, BM Emas Perkuat Layanan Jual Beli Perhiasan Online di Madura
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Navaswara Angkat Legenda...
Navaswara Angkat Legenda Banten Lewat Festival Storytelling Suara Nusantara 2026
Cegah Gesekan Antarumat...
Cegah Gesekan Antarumat Beragama, Penyuluh Agama Kini Dibekali Aturan KUHP Baru
Rekomendasi
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Kontroversi Warnai Laga...
Kontroversi Warnai Laga Perdana Babak 32 Besar, Pakar Wasit Sebut Kanada Seharusnya Dapat Penalti
Berita Terkini
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved