alexametrics

Polres Mojokerto Masih Ragu soal Kabar Penculikan Anak

loading...
Polres Mojokerto Masih Ragu soal Kabar Penculikan Anak
Rumah kosong di Griya Permata Meri, Kota Mojokerto, Jawa Timur yang disebut-sebut menjadi persembunyian penculik anak dengan dua korbannya yang terikat tali. FOTO/SINDOnews/TRITUS JULAN
A+ A-
MOJOKERTO - Polisi masih melakukan pendalaman atas pengakuan seorang bocah yang berhasil lolos dan menjadi korban penculikan di perumahan Griya Permata Meri, Kota Mojokerto, Jawa Timur. Namun polisi masih meragukan pengakuan Muhammad Anugerah (9) itu setelah mengecek rumah kosong yang disebutkan sebagai tempat disembunyikannya dua anak korban penculikan lainnya.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery mengatakan, sejak Minggu (4/11/2018) malam hingga Senin (5/11/2018) dini hari tadi, pihaknya mendalami pengakuan Muhammad Anugerah soal penculikan yang dialaminya. Selain meminta keterangan, ia juga membawa bocah kelas 4 SDN 1 Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto itu ke rumah kosong yang ditunjuk, yakni Griya Permata Meri Blok A2/34.

Sejauh ini, kata Fery, belum ada fakta yang memperkuat pengakuan Anugerah tersebut. Menurutnya, setelah melakukan pengecekan di rumah kosong tersebut, tak ada tanda-tanda jika di dalamnya terdapat penghuni sebelumnya. "Rumah itu memang kosong. Tak ada bukti pendukung jika ada dua orang (penculik) dan dua anak korbannya," kata Fery, Senin (5/11/2018).



Meski masih meragukan kebenaran cerita Anugerah, tapi pihaknya akan tetap melakukan pendalaman. Polisi akan terus melakukan penyelidikan dan berdasar dari keterangan lain yang disampaikan Anugerah. Ia berharap, ada saksi lain yang bisa menceritakan kebenaran cerita bocah asal Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto itu. "Sementara dari pengakuan si anak kecil (Anugerah) ini saja," pungkas Fery.

Sebelumnya, Muhammad Anugerah mengaku telah menjadi korban penculikan dan berhasil meloloskan diri saat dibawa penculik ke sebuah rumah kosong di Perumahan Griya Permata Meri, Kota Mojokerto. Kepada polisi Anugerah mengaku dirinya sempat ditepuk bagian punggungnya dan diminta mengantarkan dua laki-laki pelaku penculikan ke perumahan Griya Permata Meri.

Diakui Anugerah, saat dibawa ke sebuah rumah kosong, ia melihat ada dua anak lainnya yang dalam kondisi tangannya diikat oleh kedua pelaku. Melihat itu, ia lantas kabur dan akhirnya ditemukan warga di sekitar Terminal Kertajaya, Kota Mojokerto. (Baca juga: Pengakuan Anak yang Menjadi Korban Penculikan Orang Tak Dikenal)
(amm)
preload video
BERITA DAERAH LAINNYA
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak