alexametrics

Arkeolog Teliti Sumur Tua Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit

loading...
Arkeolog Teliti Sumur Tua Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit
Petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Jawa Timur, meneliti sumur kuno di Peneleh Surabaya, Jawa Timur, Jumat (02/11/2018). Foto/SINDOnews/Ali Masduki
A+ A-
SURABAYA - Arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, meninjau sumur kuno yang ditemukan warga, di Jalan Pandean Gang 1 RT 1 RW 13, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng Surabaya, Jawa Timur. Mereka mendokumentasi dan menginventalisir satu persatu pecahan puing dan sumur digalian saluran box culvert tersebut.

Pengkaji Pelestarian Cagar Budaya dari BPCB Jatim, M Ikhwan mengatakan, dari hasil peninjauan ada temuan berupa jobong bertumpuk dua. Jobong seperti bis terrakota ini berfungsi untuk dinding sumur.

"Sumur kuno ini memiliki kemiripan dengan jobong atau sumur yang ada di Trowulan sana, jadi ini merupakan objek cagar budaya," katanya.



Ikhwan memaparkan, jobong bertumpuk dua memiliki ukuran yang berbeda. Untuk jobong bagian atas berdiameter 83 cm, ketebalan 2,5 cm, tinggi 48 cm. Sedangkan yang bawah berdiameter 69 cm, ketebalan 3 cm dan tinggi 49 cm.

Selain Jobong, arkeolog ini juga meneliti temuan batu bata kuno. Batu bata raksasa juga dipastikan sama dengan yang kerap ditemukan di Trowulan.

"Ini ketebalannya 7-8 cm, lebar 20 cm. Kalau panjangnya ini kan patah-patah, tapi ukurannya hampir sama dengan yang di Trowulan," papar dia.

Namun untuk temuan tulang-belulang dan pecahan tembikar, peneliti belum dapat menyimpulkan. Mereka memprediksi umur situs temuan warga ini berumur sekitar 500 - 700 tahun. "Secara pasti belum ada tapi ada kesamaan dengan peninggalan Majapahit," terang Ikhwan.

Untuk menjaga kelestarian situs temuan tersebut, pihak kontraktor rencananya akan mendesain aliran box culvert berbelok supaya tidak merusak temuan sumur tersebut.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak