Pandemi COVID-19, Pemprov Jatim Tak Undang Veteran Upacara HUT RI
Minggu, 16 Agustus 2020 - 07:07 WIB
loading...
Pemprov Jatim tidak menghadirkan veteran dalam upacara HUT Kemerdekaan di Grahadi karena alasan pandemi COVID-19.Foto/dok
A
A
A
SURABAYA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) akan menggelar Upacara Kemerdekaan HUT ke-75 RI di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (17/8/2020) besok.
Di masa pandemi COVID-19 ini, Pemprov Jatim tidak mengundang tamu besar-besaran seperti tahun sebelumnya. Para veteran pejuang dan janda veteran pejuang tidak lagi diundang. "Nanti ada utusan dari Gubernur Jatim yang akan datang memberikan tali asih ke rumah-rumah mereka," kata Kepala BPSDM Jatim, Aries Agung Paewai, Minggu (16/8/2020).
Sesuai surat dari Sekretariat Negara, pelaksanaan Upacara Kemerdekaan 17 Agustus 2020 ini harus menerapkan protokol kesehatan. Jika dulu pasukan upacara bisa mencapai 1.200 orang, kini hanya 50 orang saja. Sedangkan undangan yang dulu berjumlah 3.500 orang, sekarang tinggal 120 orang saja.
(Baca juga: Khofifah Ajak Warga Jatim Hentikan Aktivitas 3 Menit Peringati HUT Kemerdekaan )
"Sekarang petugas Paskibraka kita hanya tita orang pengibar bendera pagi dan tiga orang lagi untuk penurunan bendera sore hari, dengan cadangan empat orang,” tegas pejabat asal Sulawesi Selatan ini.
Di masa pandemi COVID-19 ini, Pemprov Jatim tidak mengundang tamu besar-besaran seperti tahun sebelumnya. Para veteran pejuang dan janda veteran pejuang tidak lagi diundang. "Nanti ada utusan dari Gubernur Jatim yang akan datang memberikan tali asih ke rumah-rumah mereka," kata Kepala BPSDM Jatim, Aries Agung Paewai, Minggu (16/8/2020).
Sesuai surat dari Sekretariat Negara, pelaksanaan Upacara Kemerdekaan 17 Agustus 2020 ini harus menerapkan protokol kesehatan. Jika dulu pasukan upacara bisa mencapai 1.200 orang, kini hanya 50 orang saja. Sedangkan undangan yang dulu berjumlah 3.500 orang, sekarang tinggal 120 orang saja.
(Baca juga: Khofifah Ajak Warga Jatim Hentikan Aktivitas 3 Menit Peringati HUT Kemerdekaan )
"Sekarang petugas Paskibraka kita hanya tita orang pengibar bendera pagi dan tiga orang lagi untuk penurunan bendera sore hari, dengan cadangan empat orang,” tegas pejabat asal Sulawesi Selatan ini.
Lihat Juga :