War Takjil Komunikasi Penuh Kedamaian sebagai Ciri Budaya Indonesia
Minggu, 24 Maret 2024 - 22:35 WIB
loading...
A
A
A
"Bahkan, kehidupan beragama juga tak lepas dari pengaruh dunia digital. Karena itu, seringkali terjadi perdebatan yang tidak didasari ilmu," ujarnya, Minggu (24/3/2024).
Menurut dia, ketika media sosial melakukan perang di media sosial, sering membawa nama agama. Namun, dengan adanya war takjil suasana jadi lebih mencair dan no heart feeling.
"War takjil justru berbicara persoalan inti dalam beragama. Karena berbicara soal rangkaian ibadah puasa. Dan ternyata umat beragama di Indonesia bisa cair kalau enggak bawa-bawa agama ke politik,” jelas Mabrur.
Sementara itu, Konten Kreator Ibob Tarigan melihat war takjil sebagai sesuatu yang diperlukan saat ini di seluruh dunia. Jika ada istilah make peace not war maka war takjil menjadi fenomena yang menguntungkan, berbagai pihak baik pedagang maupun pembeli.
"War takjil menjadi sebuah cara komunikasi penuh kedamaian sebagai ciri budaya dari Indonesia," ucapnya.
Karena itu, dalam membuat konten di media sosial, terdapat dua hal yang sering menjadi landasan, yaitu konten yang menyenangkan dan menginspirasi, terutama konten yang memiliki relasi pada audience.
"Jadi bermain sebagai konten kreator harus perhatian dua hal, fun dan inspiring agar objektifnya jelas,” kata Ibob.
Menurut dia, ketika media sosial melakukan perang di media sosial, sering membawa nama agama. Namun, dengan adanya war takjil suasana jadi lebih mencair dan no heart feeling.
"War takjil justru berbicara persoalan inti dalam beragama. Karena berbicara soal rangkaian ibadah puasa. Dan ternyata umat beragama di Indonesia bisa cair kalau enggak bawa-bawa agama ke politik,” jelas Mabrur.
Sementara itu, Konten Kreator Ibob Tarigan melihat war takjil sebagai sesuatu yang diperlukan saat ini di seluruh dunia. Jika ada istilah make peace not war maka war takjil menjadi fenomena yang menguntungkan, berbagai pihak baik pedagang maupun pembeli.
"War takjil menjadi sebuah cara komunikasi penuh kedamaian sebagai ciri budaya dari Indonesia," ucapnya.
Karena itu, dalam membuat konten di media sosial, terdapat dua hal yang sering menjadi landasan, yaitu konten yang menyenangkan dan menginspirasi, terutama konten yang memiliki relasi pada audience.
"Jadi bermain sebagai konten kreator harus perhatian dua hal, fun dan inspiring agar objektifnya jelas,” kata Ibob.
Lihat Juga :