Aliran Giri dan Tuban Dalam Menyikapi Kerajaan Majapahit Nyaris Pecah Wali Songo

Sabtu, 23 Maret 2024 - 06:19 WIB
loading...
Aliran Giri dan Tuban...
Wali Songo konon mengalami perbedaan pendapat hingga nyaris terjadi perpecahan saat menyikapi Kerajaan Majapahit. Foto/Ist
A A A
Wali Songo konon mengalami perbedaan pendapat hingga nyaris terjadi perpecahan. Perbedaan dalam para penyebar agama Islam di Pulau Jawa ini diawali dari dua aliran keyakinan Islam yang diemban Sunan Giri dan Sunan Ampel, yang disebut aliran giri.

Satu aliran lain yakni Aliran Tuban yang dianut Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Muria, Sunan Kudus, dan Sunan Gunung Jati. Bahkan perbedaan pendapat pasca peresmian Masjid Agung Demak kian meruncing, hingga nyaris menimbulkan perpecahan.

Penyebabnya Aliran Giri dituduh oleh Aliran Tuban sebagaimana dikutip dari buku "Sunan Giri" tulisan Umar Hasyim, dianggap kurang bijaksana dalam menjalankan dakwah islam, karena terlalu ekstrem.

Baca Juga: Karamah Sunan Kalijaga Sembuhkan Raja Pattani Buka Penyebaran Islam di Thailand

Tetapi dalam masalah menghadapi Kerajaan Majapahit, Aliran Giri disebut Aliran Tuban terlalu lunak, dan terlihat sangat lain lagi.Sementara aliran Tuban kerap bersikap agak keras menghadapi Kerajaan Majapahit.

Hal berbeda tentu ditunjukkan oleh aliran Giri yang memilih untuk berhati-hati dan tidak tergesa-gesa. Apalagi Sunan Ampel dan Sunan Giri dianggap sebagai pembesar dan keturunan Majapahit oleh Kerajaan Majapahit sendiri.

Maka wajar ketika aliran Tuban menuduh terhadap pribadi Sunan Giri dsn Sunan Ampel sebagai pribadi yang berkompromi dengan Majapahit. Itulah sebabnya maka Sunan Giri dan Sunan Ampel dituduh sebagai kaum feodal oleh aliran Tuban.

Lepas dari itu semua, nyatanya Sunan Ampel dan Sunan Giri berhasil menjalankan siasatnya, yaitu bahwa orang-orang kerajaan dan orang-orang istana termasuk para pembesar - pembesar kerajaan, serta keluarga - keluarga istana telah banyak yang memeluk agama islam.

Baca Juga: Asal Usul Raden Patah, Pendiri Kesultanan Islam Demak Kelahiran Palembang Trah Majapahit

Bahkan konon Raja Brawijaya V dikisahkan dengan sembunyi - sembunyi telah memeluk agama Islam.

Hingga suatu ketika Sunan Ampel wafat pada tahun 1478. Sosok Sunan Ampel sendiri merupakan ketua para Wali Songo dan sebagai penasehat Pangeran Bintoro Demak atau penasehat bagian politik Demak.

Wafatnya Sunan Ampel membuat dari segi - segi politik tertentu Sunan Kalijaga-lah yang dijadikan penasehat politik. Tentu selain Sunan Giri sebagai sesepuh yang selalu dimintai pertimbangannya.

Suatu ketika para Walisongo mengadakan pertemuan rutin, kebetulan sekali ada acara untuk mengganti kedudukan Sunan Ampel sebagai Ketua Para Walisongo, yang baru wafat. Di dalam permusyawaratan itu para wali juga membicarakan pula masalah Majapahit dan taktik Demak.

Namun sebelum Sunan Giri datang ke Demak, para wali yang mendukung aliran Tuban telah bermusyawarah terlebih dahulu untuk menentukan sikap, sebagai persiapan untuk menghadapi Sunan Giri nanti.

Keputusan yang penting telah mereka sepakati, yaitu tidak ada gunanya sama sekali bila perbedaan pendapat yang menjadi pertentangan berlarut-larut itu diteruskan.

Sebab tujuan antara kedua belah pihak dari kedua aliran itu sama saja, yaitu untuk kepentingan dakwah Islamiyah, menyiarkan agama Allah kepada masyarakat.

Maka biarlah ada yang mendekati kerajaan, dan ada pihak yang mempersiapkan mental rakyat untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Serta agar rakyat bersedia menyokong cita-cita Demak di dalam menyiarkan agama Islam.

Ada yang berjuang dari atas, dan ada yang berjuang dari bawah, tetapi keduanya adalah satu tujuan.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Krisis Moral: Membongkar...
Krisis Moral: Membongkar Lapisan Kebohongan di Dunia Modern
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Rekomendasi
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Brasil vs Maroko: Peluang...
Brasil vs Maroko: Peluang Selecao Kalahkan Singa Atlas Capai 58,6 Persen
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved