Alami 3 Macam Teror, Guru Besar Psikologi UGM Prof Kuntjoro Soeparno Menolak Lapor Polisi
Senin, 18 Maret 2024 - 20:52 WIB
loading...
A
A
A
Jadi dia menggunakan teror yang dialami untuk belajar. Dia mengaku mendapat beberapa kali teror mulai ketika pertama kali membaca puisi awal Februari.
Kemudian untuk yang datang ke kantornya dia sudah tidak ingat lagi karena dua minggu setelah pembacaan petisi pertama istrinya meninggal dunia. “Saat istri meninggal saya sudah tidak konsentrasi lagi," tambahnya.
Kala itu ada dua orang laki-laki yang datang ke kantornya mencari dirinya. Bahkan meninggalkan nomor telepon dan berpesan agar dirinya menghubungi nomer tersebut.
Namun dia tidak sudi untuk menelepon nomor yang diberikan karena merasa tidak butuh. “Saya juga ndak mau apa urusannya dan yang butuh siapa,” ujarnya.
Kuntjoro mengaku teman-temannya cukup banyak yang membantu. Temannya yang dari kepolisian, sipil dan juga LPSK sudah bersedia membantunya. Dia sudah menganggap teror tersebut sudah selesai.
Saat ini dia tetap mengajar seperti biasanya dan dirinya tetap mengelola pondok pesantren di Panggang Gunungkidul. Pondok Pesantren itu adalah Pesantren Trimulyo Jati di pelosok Gunungkidul.
Kemudian untuk yang datang ke kantornya dia sudah tidak ingat lagi karena dua minggu setelah pembacaan petisi pertama istrinya meninggal dunia. “Saat istri meninggal saya sudah tidak konsentrasi lagi," tambahnya.
Kala itu ada dua orang laki-laki yang datang ke kantornya mencari dirinya. Bahkan meninggalkan nomor telepon dan berpesan agar dirinya menghubungi nomer tersebut.
Namun dia tidak sudi untuk menelepon nomor yang diberikan karena merasa tidak butuh. “Saya juga ndak mau apa urusannya dan yang butuh siapa,” ujarnya.
Kuntjoro mengaku teman-temannya cukup banyak yang membantu. Temannya yang dari kepolisian, sipil dan juga LPSK sudah bersedia membantunya. Dia sudah menganggap teror tersebut sudah selesai.
Saat ini dia tetap mengajar seperti biasanya dan dirinya tetap mengelola pondok pesantren di Panggang Gunungkidul. Pondok Pesantren itu adalah Pesantren Trimulyo Jati di pelosok Gunungkidul.
(wib)
Lihat Juga :