Salut! Pastor Katolik Asal NTT Lolos Seleksi Perwira Polri, Ini Profilnya
Sabtu, 16 Maret 2024 - 12:47 WIB
loading...
A
A
A
Pada seleksi tingkat pusat, Pastor Oktovianus satu-satunya dari NTT yang diterima mengikuti pendidikan SIPSS Polri TA 2024. Ia kemudian akan melanjutkan pendidikan 6 bulan di Akpol Lemdiklat Polri, Semarang, Jawa Tengah.
SIPSS adalah rekrutmen calon perwira Polri. Setelah lulus, siswa akan menjadi Perwira Pertama Polri dengan pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda). Pada penerimaan kali ini, Polri menerima 100 peserta.
Penerimaan SIPSS ini sesuai pengumuman Kapolri Nomor Peng/1/DIK.2.1./2024 tanggal 8 Januari 2024. Adapun proses seleksi SIPSS 2024 mencakup serangkaian tes dan pemeriksaan ketat, dari administrasi hingga tes kompetensi, uji kesamaptaan jasmani dan tes psikologi.
Oktovianus lahir di Pagal, Kabupaten Manggarai, NTT, 8 Oktober 1995. Tamat dari SDK Tentang 2, Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat, ia melanjutkan pendidikan menengahnya di SMP Kemasyarakatan Ndoso.
Lebih lanjut, Oktovianus remaja kemudian meneruskan pendidikan di SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo, Manggarai Barat dan kemudian belajar filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Sikka.
Setelah ditahbiskan menjadi imam Katolik, dirinya mengabdi sebagai pastor kapelan di Paroki Santa Familia Wae Nakeng, Lembor, Manggarai Barat, sebelum akhirnya mengikuti seleksi Perwira Polri.
SIPSS adalah rekrutmen calon perwira Polri. Setelah lulus, siswa akan menjadi Perwira Pertama Polri dengan pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda). Pada penerimaan kali ini, Polri menerima 100 peserta.
Penerimaan SIPSS ini sesuai pengumuman Kapolri Nomor Peng/1/DIK.2.1./2024 tanggal 8 Januari 2024. Adapun proses seleksi SIPSS 2024 mencakup serangkaian tes dan pemeriksaan ketat, dari administrasi hingga tes kompetensi, uji kesamaptaan jasmani dan tes psikologi.
Oktovianus lahir di Pagal, Kabupaten Manggarai, NTT, 8 Oktober 1995. Tamat dari SDK Tentang 2, Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat, ia melanjutkan pendidikan menengahnya di SMP Kemasyarakatan Ndoso.
Lebih lanjut, Oktovianus remaja kemudian meneruskan pendidikan di SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo, Manggarai Barat dan kemudian belajar filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Sikka.
Setelah ditahbiskan menjadi imam Katolik, dirinya mengabdi sebagai pastor kapelan di Paroki Santa Familia Wae Nakeng, Lembor, Manggarai Barat, sebelum akhirnya mengikuti seleksi Perwira Polri.
(ams)
Lihat Juga :