Jabar Dorong Pemulihan Bisnis Umrah lewat Kertajati
Jum'at, 14 Agustus 2020 - 23:51 WIB
loading...
A
A
A
"Kita coba galang melalui FKS Patuh, ada 156 travel umrah yang siap membangkitkan kembali Bandara Kertajati, terutama untuk perjalanan umrah. Kita yakin, bisnis travel umrah di Jabar dapat segera pulih kembali," ujar Ketua Pokja Pariwisata Satgas Pemulihan Ekonomi Jabar itu.
Dedi menambahkan, pihak asosiasi juga telah berkomitmen untuk charter pesawat. Sehingga, setiap pekannya, penerbangan jamaah umrah bisa dilaksanakan secara direct dari Bandara Kertajati ke Bandara Jeddah, Arab Saudi. "Jadi, kalau misalkan Oktober itu on (dibuka umrah), setiap Minggu dilakukan perjalanan umrah dari kertajati ke Jeddah, direct (maskapai) Garuda Indonesia," katanya.
Lebih lanjut Dedi mengatakan, sikap optimisme para pelaku bisnis travel tersebut harus didukung pemerintah, salah satunya melalui subsidi rapid test atau awal test bagi para pelaku perjalanan dari dan luar negeri. (Baca: Pemulihan Ekonomi, Jabar Godok Roadmap Penyelamatan Dunia Usaha)
Adanya optimisme dari pelaku usaha tersebut harus diiringi oleh intervensi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat semacam subsidi, terutama kebijakan rapid tes atau swab test bagi jamaah maupun pelaku perjalanan luar negeri, sehingga mereka tidak dibebani oleh biaya tes. Selain itu, pemerintah pun perlu membantu upaya promosinya.
"Dalam kaitan operasional ini, kan kalau sekarang keberangkatan umrah itu harus ada swab atau karantina setelah kembali. Itu kan ada cost. Nah, cost misalnya untuk tes swab ini kita harap ada intervensi dari pemerintah pusat, ada subsidi atau dijamin pemerintah. Kita juga siap bantu untuk promosinya," imbuh Dedi seraya mengaku siap berkoordinasi dengan pemerintah pusat seizin Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.
Dedi menambahkan, pihak asosiasi juga telah berkomitmen untuk charter pesawat. Sehingga, setiap pekannya, penerbangan jamaah umrah bisa dilaksanakan secara direct dari Bandara Kertajati ke Bandara Jeddah, Arab Saudi. "Jadi, kalau misalkan Oktober itu on (dibuka umrah), setiap Minggu dilakukan perjalanan umrah dari kertajati ke Jeddah, direct (maskapai) Garuda Indonesia," katanya.
Lebih lanjut Dedi mengatakan, sikap optimisme para pelaku bisnis travel tersebut harus didukung pemerintah, salah satunya melalui subsidi rapid test atau awal test bagi para pelaku perjalanan dari dan luar negeri. (Baca: Pemulihan Ekonomi, Jabar Godok Roadmap Penyelamatan Dunia Usaha)
Adanya optimisme dari pelaku usaha tersebut harus diiringi oleh intervensi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat semacam subsidi, terutama kebijakan rapid tes atau swab test bagi jamaah maupun pelaku perjalanan luar negeri, sehingga mereka tidak dibebani oleh biaya tes. Selain itu, pemerintah pun perlu membantu upaya promosinya.
"Dalam kaitan operasional ini, kan kalau sekarang keberangkatan umrah itu harus ada swab atau karantina setelah kembali. Itu kan ada cost. Nah, cost misalnya untuk tes swab ini kita harap ada intervensi dari pemerintah pusat, ada subsidi atau dijamin pemerintah. Kita juga siap bantu untuk promosinya," imbuh Dedi seraya mengaku siap berkoordinasi dengan pemerintah pusat seizin Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.
Lihat Juga :