Masjid Sunan Kalijaga, Masjid Mistis yang Tak Mempan Dibakar di Gunungkidul
Rabu, 13 Maret 2024 - 12:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Kisah Pilu Pangeran Martapura, Raja Mataram Tersingkat Hanya Berkuasa 24 Jam
Atemo menceritakan, Ki Ageng Pemanahan atau yang memiliki nama muda Ki Bagus Kacung, berada di wilayah tersebut untuk menjalankan semedi demi mencari petunjuk mengenai wahyu keraton atas arahan Sunan Kalijaga.
Ki Bagus Kacung itu bersemedi atau bertapa di sebuah bukit dan oleh Sunan Kalijaga dibangunkan sebuah Tajuk untuk tempat salat Ki Ageng Pemanahan.
Selain memiliki cerita tentang Ki Ageng Pemanahan dan juga Kanjeng Sunan Kalijaga, masjid ini juga dipercaya sakral.
Bahkan di jaman penjajahan Belanda masjid ini tak mempan dibakar meskipun hanya berdinding anyaman bambu dan beratap genting dengan tiang dan kuda-kuda juga dari bambu.
Bahkan Belanda sudah berkali-kali membakar Tajuk tersebut dengan berbagai cara namun selalu gagal.
Kala itu, orang Belanda marah karena ketika hendak memburu orang yang dianggap bersalah, setiap kali bersembunyi di dalam tajuk selalu selamat. Melalui mata-mata Belanda, barulah diketahui bahwa tempat persembunyiannya berada di dalam tajuk.
“Sehingga agar tajuk tidak digunakan oleh warga untuk bersembunyi, maka Belanda berupaya membakar tajuk tersebut tapi selalu gagal,” ungkapnya.
Baca Juga: Kisah Pangeran Hanyakrawati, Putra Senopati yang Kematiannya Tinggalkan Misteri
Belanda akhirnya mendatangkan orang pintar untuk memecahkan misteri bagaimana agar Tajuk tersebut dibakar. Diperolehlah informasi jika untuk dapat membakar masjid tersebut, maka Belanda harus meletakkan mayat di dalamnya.
Hingga akhirnya Belanda melakukannya dan akhirnya masjid tersebut dapat dibakar. Sesuatu hal yang aneh terjadi, ketika atap masjid mulai terbakar, tiba-tiba kubah masjid yang bentuknya unik ini tiba-tiba terbang dan menghilang.
Atemo menceritakan, Ki Ageng Pemanahan atau yang memiliki nama muda Ki Bagus Kacung, berada di wilayah tersebut untuk menjalankan semedi demi mencari petunjuk mengenai wahyu keraton atas arahan Sunan Kalijaga.
Ki Bagus Kacung itu bersemedi atau bertapa di sebuah bukit dan oleh Sunan Kalijaga dibangunkan sebuah Tajuk untuk tempat salat Ki Ageng Pemanahan.
Selain memiliki cerita tentang Ki Ageng Pemanahan dan juga Kanjeng Sunan Kalijaga, masjid ini juga dipercaya sakral.
Bahkan di jaman penjajahan Belanda masjid ini tak mempan dibakar meskipun hanya berdinding anyaman bambu dan beratap genting dengan tiang dan kuda-kuda juga dari bambu.
Bahkan Belanda sudah berkali-kali membakar Tajuk tersebut dengan berbagai cara namun selalu gagal.
Kala itu, orang Belanda marah karena ketika hendak memburu orang yang dianggap bersalah, setiap kali bersembunyi di dalam tajuk selalu selamat. Melalui mata-mata Belanda, barulah diketahui bahwa tempat persembunyiannya berada di dalam tajuk.
“Sehingga agar tajuk tidak digunakan oleh warga untuk bersembunyi, maka Belanda berupaya membakar tajuk tersebut tapi selalu gagal,” ungkapnya.
Baca Juga: Kisah Pangeran Hanyakrawati, Putra Senopati yang Kematiannya Tinggalkan Misteri
Belanda akhirnya mendatangkan orang pintar untuk memecahkan misteri bagaimana agar Tajuk tersebut dibakar. Diperolehlah informasi jika untuk dapat membakar masjid tersebut, maka Belanda harus meletakkan mayat di dalamnya.
Hingga akhirnya Belanda melakukannya dan akhirnya masjid tersebut dapat dibakar. Sesuatu hal yang aneh terjadi, ketika atap masjid mulai terbakar, tiba-tiba kubah masjid yang bentuknya unik ini tiba-tiba terbang dan menghilang.
Lihat Juga :