Petani Sawit Berkelanjutan di Tapanuli Selatan Belajar Buat Konten Kreatif
Selasa, 05 Maret 2024 - 16:02 WIB
loading...
Puluhan petani sawit di Tapanuli Selatan mengikuti pelatihan pembuatan konten kreatif yang diselenggarakan oleh Konservasi Indonesia dan JIP pada 5-6 Maret 2024. Foto/Ist
A
A
A
TAPANULI SELATAN - Sebagai petani sawit berkelanjutan, mereka tidak hanya pandai mengelola kebun sawit mereka dengan baik, tetapi juga ingin berbagi kisah sukses mereka kepada dunia. Itulah yang mendorong puluhan pekebun sawit di Tapanuli Selatan untuk mengikuti pelatihan pembuatan konten kreatif yang diselenggarakan oleh Konservasi Indonesia dan Jurnalis Indonesia Peduli (JIP) pada 5-6 Maret 2024.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para petani sawit, penyuluh pertanian, dan staf FOKSBI Tapanuli Selatan dalam membuat dan menyebarkan konten yang menarik dan edukatif tentang kelapa sawit berkelanjutan. Para peserta pelatihan akan belajar tentang dasar-dasar pembuatan dan penyuntingan video, serta cara mengoptimalkan media sosial untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Para petani sawit yang mengikuti pelatihan ini merupakan perwakilan dari dua asosiasi, yaitu Petani Sawit Muara Batangtoru (PSMB) dan Sawit Jaya Lestari Saseba (SJLS), yang telah menerima sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) pada tahun lalu. Mereka berhasil melakukan budi daya sawit lestari di lahan seluas 895,51 hektare, dengan mengikuti Sekolah Lapang yang diinisiasi oleh Konservasi Indonesia.
Baca Juga: Memerdekakan Petani Sawit
"Kami ingin berbagi pengalaman kami tentang bagaimana mengelola kebun sawit dengan memerhatikan dan menjaga alam. Kami juga ingin menginspirasi petani sawit lainnya untuk menerapkan praktik perkebunan terbaik (Good Agriculture Practices) yang kami pelajari dari Sekolah Lapang," kata Ketua Asosiasi PSMB, Julhadi Siregar.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para petani sawit, penyuluh pertanian, dan staf FOKSBI Tapanuli Selatan dalam membuat dan menyebarkan konten yang menarik dan edukatif tentang kelapa sawit berkelanjutan. Para peserta pelatihan akan belajar tentang dasar-dasar pembuatan dan penyuntingan video, serta cara mengoptimalkan media sosial untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Para petani sawit yang mengikuti pelatihan ini merupakan perwakilan dari dua asosiasi, yaitu Petani Sawit Muara Batangtoru (PSMB) dan Sawit Jaya Lestari Saseba (SJLS), yang telah menerima sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) pada tahun lalu. Mereka berhasil melakukan budi daya sawit lestari di lahan seluas 895,51 hektare, dengan mengikuti Sekolah Lapang yang diinisiasi oleh Konservasi Indonesia.
Baca Juga: Memerdekakan Petani Sawit
"Kami ingin berbagi pengalaman kami tentang bagaimana mengelola kebun sawit dengan memerhatikan dan menjaga alam. Kami juga ingin menginspirasi petani sawit lainnya untuk menerapkan praktik perkebunan terbaik (Good Agriculture Practices) yang kami pelajari dari Sekolah Lapang," kata Ketua Asosiasi PSMB, Julhadi Siregar.
Lihat Juga :