Dari Kamar Kos Bung Karno Belajar Daring Persatuan dan Rukun dalam Perbedaan Diajarkan

loading...
Dari Kamar Kos Bung Karno Belajar Daring Persatuan dan Rukun dalam Perbedaan Diajarkan
Guru kelas 6 SD Muhammadiyah 12 Surabaya melakukan pembelajaran secara daring langsung dari Rumah HOS Tjokroaminoto, Surabaya, Jumat (14/8/2020). Foto/SINDONews/Ali Masduki
A+ A-
SURABAYA - Kamar kos Bung Karno di Rumah HOS Tjokroaminoto di Kampung Peneleh Gg. VII No.29-31, Peneleh, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya di saat Pandemi dimanfaatkan untuk ruangan belajar daring.

Ini sekaligus untuk menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75. Di dalam kamar kos itu terlihat dua guru kelas 6 SD Muhammadiyah 12 Surabaya melakukan pembelajaran secara daring kepada siswanya.

Pembelajaran daring ini dilakukan oleh Ahmad Naf’an dan Lin Hidayati. Keduanya melakukan interaktif langsung dengan siswa dengan menunjukkan semua koleksi bersejarah yang ada didalam rumah tersebut. (BACA JUGA: Lolos SBMPTN, Ombusdman: Uang Pangkal Seleksi Mandiri Harus Dikembalikan)

Ahmad Naf’an mengatakan, pembelajaran daring dari rumah bersejarah tersebut sengaja dilakukan supaya peserta didik tidak bosan. Materi yang disampaikan pada momen jelang HUT Kemerdekaan RI ke-75 ini adalah tentang materi tematik kelas 6, tema 2, sub tema 1, pembelajaran 1 kurikulum K-13 revisi tahun 2018, tentang persatuan dan rukun dalam perbedaan.

"Materi ini diawali dengan pengenalan tentang peristiwa proklamasi kemerdekaan, 17 Agustus 1945, sebagai hari lahirnya negara kesatuan republik Indonesia," katanya.



Selain itu, lanjut Ahmad, pembelajaran dari bekas kos Bung Karno ini juga untuk mengenalkan lebih dekat tentang IR Soekarno sang proklamator pada 68 siswannya. (BACA JUGA: Djoko Tjandra dan Kotak Pandora Penegakan Hukum di Indonesia)

Sekolah berharap, pembelajaran daring tidak menjadi kendala dalam mendidik siswa meski tanpa bertatap muka secara langsung. Termasuk dalam mengajarkan sejarah proklamasi kemerdekaan sehingga siswa mampu memahami pentingnya menjaga persatuan dan rukun dalam perbedaan.

"Kami berharap anak-anak tidak melupakan sejarah. Paling tidak tahu, bahwa di Surabaya itu ada rumah yang pernah disinggahi oleh bapak proklamator," tandasnya.
(vit)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top