alexametrics

Punya Berat 1,1 Ton, Sapi Limosin Terjual Seharga Rp61 Juta

loading...
Punya Berat 1,1 Ton, Sapi Limosin Terjual Seharga Rp61 Juta
Dua sapi Limosin milik Dwi Harjo, warga Segoroyoso, Pleret, Bantul, yang dijual di Pasar Hewan Gamping, Sleman, terjual Rp60 juta, Jumat (10/8/2018). SINDOnews/Priyo Setyawan
A+ A-
SLEMAN - Menjelang hari raya Idul Adha, aktivitas perdagangan hewan kurban di Pasar Hewan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkat. Salah satu primadona adalah sapi jenis Limosin yang beratnya bisa mencapai 1 ton dan harganya juga selangit.

Dwi Harjo (50), warga Segoroyoso, Pleret, Bantul, sengaja datang ke Pasar Hewan Gamping, Jumat (10/8/2018) untuk menawarkan dua ekor sapi Limosin miliknya. Dua ekor sapi Limosin milik Dwi Harjo beratnya mencapai 1 ton lebih dan ditawarkan seharga Ro60 juta per ekor.

“Sapi limosin saya yang beratnya 1,06 ton ditawar Rp60 juta dan yang beratnya 1,1 ton ditawar Rp61 juta,”  kata Dwi Harjo sambil menunjukkan dua sapi Limosin miliknya saat ditanya Bupati Sleman Sri Purnomo saat meninjau Pasar Hewan Gamping, Sleman, Jumat (10/8/2018).

Dwi Harjo mengaku, khusus memperdagangan sapi jenis Limosin menjelang Idul Adha karena cukup banyak peminatnya. “Untuk yang beratnya 1,1 ton  sudah dibeli warga Purosani, Ambarketawang, Gamping dan minta segera diantarkan,” ungkapnya.

Sementara untuk harga sapi lainnya, menjelang  Idul Adha mulai ada kenaikan antara Rp1-2 juta per ekor. Di pasar tersebut rata-rata harga sapi normal antara Rp15-20 juta. “Ya sudah ada kenaikan harga Rp1-2 juta mendekati Idul Adha ini,” kata pedagang sapi asal Kretek, Bantul, Kun Affandi (40).  

Kun sendiri mengaku sapinya sudah laku 5 ekor. Selain sapi, untuk harga kambing di pasar tersebut juga mulai ada kenaikan dibandingkan hari biasa. Pada hari biasa rata-rata satu ekor antara Rp2,5-3 juta. Menjelang Idul Adha ada kenaikan Rp500.000 per ekornya.

Kepala UPT pasar hewan  Gamping, Sleman Yuda Andi Nugroho menjamin, sapi dan kambing yang dijual di pasar hewan Gamping kondisinya sehat dan layak untuk digunakan dijadikan hewan korban. Sebab sebelum  diperdagangkan, sapi yang datang diperiksa terlebih dahulu  oleh petugas. “Jika  ada yang tidak sehat, maka tidak boleh untuk diperjual belikan dan minta segera dibawa pulang,” katanya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak