Pemuda Berilmu Kebal Tak Mempan Dibacok Pedang, Tewas Pakai Pisau yang Dioles ke Tanah
Senin, 26 Februari 2024 - 15:05 WIB
loading...
Dua pemuda, Imam Basri (25) dan Marhan (25) warga Kertapati Palembang ditahan polisi dalam kasus pembunuhan. Foto/Istmewa
A
A
A
PALEMBANG - Peristiwa pembunuhan berselimut kekuatan mistis terjadi dalam pembunuhan seorang pemuda yang diduga memiliki ilmu kebal , Adios Pratama (38). Korban Adios tewas di tangan dua pemuda tetangganya, yaitu, Imam Basri (25) dan Marhan (25) warga Kertapati, Palembang.
Kapolsek Kertapati Palembang, AKP Angga Kurniawan mengatakan, peristiwa pembunuhan berawal pada Jumat 23 Februari 2024, saat korban Adios meletakan pecahan batu di depan rumah Imam.
“Pelaku Imam sempat memprotes tindakan korban yang meletakan batu hingga membuat akses jalan tertutup. Namun, korban justru membalas protes hingga berujung cekcok mulut," ujar AKP Angga, Senin (26/2/2024).
Baca juga; Punya Ilmu Kebal, Pria di Sukabumi Tidak Mempan Dibacok Geng Motor
Kesal dengan sikap korban, lanjut Kapolsek, pelaku Imam masuk ke dalam rumah dan mengambil sebilah senjata tajam jenis pedang. Keributan keduanya didengar tetangga pelaku yang ikut membantu mengeroyok korban.
“Meskipun dikeroyok dengan senjata tajam (pedang), korban yang diduga memiliki ilmu kebal ternyata tidak mengalami luka saat dikeroyok," jelas AKP Angga.
Pelaku Imam kemudian kembali masuk ke dalam rumah dan mengambil pisau bermata tajam. Sebelum digunakan, dia menancapkannya ke tanah yang diyakini sebagai peluntur ilmu kebal korban.
Kapolsek Kertapati Palembang, AKP Angga Kurniawan mengatakan, peristiwa pembunuhan berawal pada Jumat 23 Februari 2024, saat korban Adios meletakan pecahan batu di depan rumah Imam.
“Pelaku Imam sempat memprotes tindakan korban yang meletakan batu hingga membuat akses jalan tertutup. Namun, korban justru membalas protes hingga berujung cekcok mulut," ujar AKP Angga, Senin (26/2/2024).
Baca juga; Punya Ilmu Kebal, Pria di Sukabumi Tidak Mempan Dibacok Geng Motor
Kesal dengan sikap korban, lanjut Kapolsek, pelaku Imam masuk ke dalam rumah dan mengambil sebilah senjata tajam jenis pedang. Keributan keduanya didengar tetangga pelaku yang ikut membantu mengeroyok korban.
“Meskipun dikeroyok dengan senjata tajam (pedang), korban yang diduga memiliki ilmu kebal ternyata tidak mengalami luka saat dikeroyok," jelas AKP Angga.
Pelaku Imam kemudian kembali masuk ke dalam rumah dan mengambil pisau bermata tajam. Sebelum digunakan, dia menancapkannya ke tanah yang diyakini sebagai peluntur ilmu kebal korban.
Lihat Juga :