3 RS di Malang Ini Siap Tampung Caleg Alami Gangguan Kejiwaan Usai Pemilu 2024
Rabu, 21 Februari 2024 - 12:24 WIB
loading...
Tiga rumah sakit di Kota Malang disiapkan untuk melayani para calon legislatif (Caleg) gagal yang mengalami gangguan mental pasca perhitungan suara Pemilu 2024. Foto/Dok.SINDOnews
A
A
A
MALANG - Tiga rumah sakit di Kota Malang disiapkan untuk melayani para calon legislatif (Caleg) gagal yang mengalami gangguan mental. Rumah sakit ini telah disiapkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang pasca perhitungan suara Pemilu 2024.
"Kami menyiapkan 3 RS yang bisa memberikan layanan kesehatan mental, RS Saiful Anwar (RSSA), RS dr Soepraoen, kemudian ada kalau enggak RS Lavalette ya RS Panti Nirmala," kata Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, saat dikonfirmasi pada Rabu (21/2/2024).
Baca juga: RSJ Naimata Kota Kupang Siap Tangani Caleg Stres
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Radjiman Wediodiningrat Lawang. Namun, apabila caleg mengalami gangguan mental akan diidentifikasi terlebih dahulu oleh dokter terhadap penanganan yang pas untuk dilakukan.
"Kita lihat dulu identifikasi apakah dia masuk ke dalam gangguan mental dalam arti ini bisa gangguan jiwa atau mungkin hanya depresi. Itu layanan itu akan ada dokter expert terutama satu dokter ahli kesehatan jiwa dan psikolog. Dua expert ini yang akan menentukan diagnosanya apa yang perlu ditindaklanjuti," katanya.
"Kami menyiapkan 3 RS yang bisa memberikan layanan kesehatan mental, RS Saiful Anwar (RSSA), RS dr Soepraoen, kemudian ada kalau enggak RS Lavalette ya RS Panti Nirmala," kata Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, saat dikonfirmasi pada Rabu (21/2/2024).
Baca juga: RSJ Naimata Kota Kupang Siap Tangani Caleg Stres
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Radjiman Wediodiningrat Lawang. Namun, apabila caleg mengalami gangguan mental akan diidentifikasi terlebih dahulu oleh dokter terhadap penanganan yang pas untuk dilakukan.
"Kita lihat dulu identifikasi apakah dia masuk ke dalam gangguan mental dalam arti ini bisa gangguan jiwa atau mungkin hanya depresi. Itu layanan itu akan ada dokter expert terutama satu dokter ahli kesehatan jiwa dan psikolog. Dua expert ini yang akan menentukan diagnosanya apa yang perlu ditindaklanjuti," katanya.
Lihat Juga :