Kisah Jatuhnya Jayanegara, Raja Majapahit yang Terbunuh karena Wanita
Senin, 19 Februari 2024 - 07:46 WIB
loading...
A
A
A
Kejatuhan Jayanegara dipercaya terkait dengan seorang tabib istana bernama Tanca. Saat Jayanegara menderita sakit bisul, Tanca dipanggil untuk mengobatinya. Namun, Tanca malah membunuh Jayanegara saat melakukan pembedahan.
Terdapat berbagai versi tentang motif pembunuhan tersebut. Salah satunya adalah tuduhan bahwa Jayanegara mencabuli istri Tanca, yang kemungkinan besar merupakan propaganda yang digunakan oleh Gajah Mada untuk mengadu domba Tanca.
Setelah kematian Jayanegara, tahta Majapahit dipegang oleh Gayatri, ibu suri, dan kemudian diisi oleh adik tirinya, Dyah Gitarja, yang bergelar Tribhuwana Wijayatunggadewi.
Candi Bajang Ratu, sebagai tempat pendharmaan Jayanegara, hingga kini menjadi saksi bisu dari kisah tragisnya. Mitos dan legenda yang menyelimuti candi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat setempat.
Pantangan untuk melintasi tepat dari depan candi menjadi bukti kuat akan kepercayaan masyarakat terhadap mitos yang berkaitan dengan Jayanegara dan kisah di sekitarnya. Temuan arkeolog dan catatan sejarah yang terus berkembang terus menjadi sumber informasi tentang periode penting dalam sejarah Majapahit.
Terdapat berbagai versi tentang motif pembunuhan tersebut. Salah satunya adalah tuduhan bahwa Jayanegara mencabuli istri Tanca, yang kemungkinan besar merupakan propaganda yang digunakan oleh Gajah Mada untuk mengadu domba Tanca.
Setelah kematian Jayanegara, tahta Majapahit dipegang oleh Gayatri, ibu suri, dan kemudian diisi oleh adik tirinya, Dyah Gitarja, yang bergelar Tribhuwana Wijayatunggadewi.
Candi Bajang Ratu, sebagai tempat pendharmaan Jayanegara, hingga kini menjadi saksi bisu dari kisah tragisnya. Mitos dan legenda yang menyelimuti candi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat setempat.
Pantangan untuk melintasi tepat dari depan candi menjadi bukti kuat akan kepercayaan masyarakat terhadap mitos yang berkaitan dengan Jayanegara dan kisah di sekitarnya. Temuan arkeolog dan catatan sejarah yang terus berkembang terus menjadi sumber informasi tentang periode penting dalam sejarah Majapahit.
(hri)
Lihat Juga :