Kisah Raja Wisnuwardhana Tumpas Pemberontakan Mengerikan di Kerajaan Singasari
Sabtu, 17 Februari 2024 - 07:06 WIB
loading...
A
A
A
Tapi yang jelas dalam prasasti itu disebutkan bahwa nama abhisekanya Śri Jayawisnuwarddhana Sang Mapañji Smining Rāt, dan disebutkan pula kakeknya yang telah menenteramkan dan mempersatukan dunia (swapitāmahā stawanā bhinaśrantalokapālaka).
Baca Juga: Kisah Pesan Jumat Pahing Keramat Sunan Giri Agar Trah Ki Pamanahan Berjaya di Mataram
Sebuah prasasti lain dari masa pemerintahan Wisnuwarddhana ialah prasasti tembaga dari desa Pakis Wetan (Kedu) yang berangka tahun 1267.40.
Prasasti ini dikeluarkan oleh raja Kěrtanāgara, makamangalya perintah Paduka Bhațara Jaya Sri Wisnuwarddhana.
Sayang sekali prasasti ini pun hanya ditemukan lempeng permulaannya saja sehingga tidak diketahui apa isinya. Tapi konon dalam prasasti tersebut dijelaskan, bahwa Kertanagara sudah sudah sebagai raja di Singasari.
Sebagaimana juga tercantum dalam Kakawin Negarakretagama, yang mengatakan bahwa Wisnuwarddhana telah menobatkan anaknya menjadi raja dalam tahun 1254 M.
Apa latar belakang tindakan itu tidak jelas. Beberapa dugaan telah dilancarkan oleh beberapa sarjana, tetapi agaknya tindakan itu tidak lain dari pengukuhan seorang anak menjadi yuwarāja atau kumārarāja.
Baca Juga: Kisah Pesan Jumat Pahing Keramat Sunan Giri Agar Trah Ki Pamanahan Berjaya di Mataram
Sebuah prasasti lain dari masa pemerintahan Wisnuwarddhana ialah prasasti tembaga dari desa Pakis Wetan (Kedu) yang berangka tahun 1267.40.
Prasasti ini dikeluarkan oleh raja Kěrtanāgara, makamangalya perintah Paduka Bhațara Jaya Sri Wisnuwarddhana.
Sayang sekali prasasti ini pun hanya ditemukan lempeng permulaannya saja sehingga tidak diketahui apa isinya. Tapi konon dalam prasasti tersebut dijelaskan, bahwa Kertanagara sudah sudah sebagai raja di Singasari.
Sebagaimana juga tercantum dalam Kakawin Negarakretagama, yang mengatakan bahwa Wisnuwarddhana telah menobatkan anaknya menjadi raja dalam tahun 1254 M.
Apa latar belakang tindakan itu tidak jelas. Beberapa dugaan telah dilancarkan oleh beberapa sarjana, tetapi agaknya tindakan itu tidak lain dari pengukuhan seorang anak menjadi yuwarāja atau kumārarāja.
Lihat Juga :