2 Perguruan Tinggi di Sukabumi Suarakan Kritik kepada Jokowi Terkait Pelanggaran Demokrasi di Indonesia
Kamis, 08 Februari 2024 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
Yang pertama adalah, lanjut Asep Deni, terjadi pelanggaran terhadap tatanan hukum dan demokrasi Indonesia. Lalu yang kedua, terjadi pelanggaran etika yang dilakukan oleh pejabat. Dan yang ketiga, para penyelenggara negara yaitu terdiri dari eksekutif, legislatif yudikatif itu terutama di eksekutif, tidak bisa menjadi contoh yang baik.
"Misalnya para pejabat seharusnya netral, ternyata tidak bisa netral, bahkan berpihak pada kelompok tertentu, golongan tertentu atau calon tertentu. Sementara di satu sisi penyelenggara lainnya seperti TNI Polri atau ASN itu diminta untuk terus netral," ujar Asep Deni.
Selanjutnya yang keempat, ujar Asep Deni, perlu adanya sikap semua elemen bangsa termasuk perguruan tinggi untuk menyelamatkan bangsa ini ke depan, agar tidak terjadi permusuhan dan tercerai-berai.
Baca juga: Dituding Istana Sebagai Suara Partisan, Guru Besar UGM dan Unpad Tersinggung
Sementara itu sebelumnya, Kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) juga menyikapi situasi Pemilu 2024 yang saat ini dianggap mencederai demokrasi di Indonesia. Melalui mimbar akademik, Rektor UMMI, Assoc Prof Dr Renny Sukamawani, menyatakan pernyataan sikap yang sama.
"Misalnya para pejabat seharusnya netral, ternyata tidak bisa netral, bahkan berpihak pada kelompok tertentu, golongan tertentu atau calon tertentu. Sementara di satu sisi penyelenggara lainnya seperti TNI Polri atau ASN itu diminta untuk terus netral," ujar Asep Deni.
Selanjutnya yang keempat, ujar Asep Deni, perlu adanya sikap semua elemen bangsa termasuk perguruan tinggi untuk menyelamatkan bangsa ini ke depan, agar tidak terjadi permusuhan dan tercerai-berai.
Baca juga: Dituding Istana Sebagai Suara Partisan, Guru Besar UGM dan Unpad Tersinggung
Sementara itu sebelumnya, Kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) juga menyikapi situasi Pemilu 2024 yang saat ini dianggap mencederai demokrasi di Indonesia. Melalui mimbar akademik, Rektor UMMI, Assoc Prof Dr Renny Sukamawani, menyatakan pernyataan sikap yang sama.
Lihat Juga :