Tak Kantungi Izin Kampus, Ajakan Diskusi Agar UNY Bersikap Dibubarkan Rektorat
Rabu, 07 Februari 2024 - 08:14 WIB
loading...
A
A
A
Ketua BEM UNY, Farras Raihan, menjelaskan bahwa ajakan tersebut bukanlah demonstrasi, melainkan diskusi terbuka. Mereka berharap para dosen dan guru besar dapat ikut serta dalam diskusi untuk membahas situasi demokrasi saat ini.
"Kami mengajak dosen dan guru besar yang ilmunya pasti jauh di atas kami untuk turut berdiskusi. Harapannya bagaimana UNY menyikapi situasi demokrasi saat ini dan menyatakan keberpihakannya," ungkap Farras.
Meskipun mahasiswa telah mengajukan permohonan izin sehari sebelumnya, namun ada intimidasi yang dilakukan oleh beberapa dosen melalui media sosial, yang mengancam akan memberikan sanksi kepada mahasiswa yang ikut dalam acara tersebut.
Meskipun demikian, sejumlah mahasiswa tetap berkumpul di sekitar rektorat pada hari Selasa. Namun, upaya mereka untuk melanjutkan diskusi juga ditolak oleh pihak keamanan kampus.
Saat mahasiswa ditemui oleh Sekretaris Direktorat Akademik, Kemahasiswaan, Alumni UNY, Prof Guntur, ia menanyakan maksud dan izin kegiatan tersebut.
"Kami mengajak dosen dan guru besar yang ilmunya pasti jauh di atas kami untuk turut berdiskusi. Harapannya bagaimana UNY menyikapi situasi demokrasi saat ini dan menyatakan keberpihakannya," ungkap Farras.
Meskipun mahasiswa telah mengajukan permohonan izin sehari sebelumnya, namun ada intimidasi yang dilakukan oleh beberapa dosen melalui media sosial, yang mengancam akan memberikan sanksi kepada mahasiswa yang ikut dalam acara tersebut.
Meskipun demikian, sejumlah mahasiswa tetap berkumpul di sekitar rektorat pada hari Selasa. Namun, upaya mereka untuk melanjutkan diskusi juga ditolak oleh pihak keamanan kampus.
Saat mahasiswa ditemui oleh Sekretaris Direktorat Akademik, Kemahasiswaan, Alumni UNY, Prof Guntur, ia menanyakan maksud dan izin kegiatan tersebut.
Lihat Juga :