Ini Isi Permintaan ke Rektor Unika Soegijapranata Agar Bikin Testimoni Kinerja Positif Presiden Jokowi
Selasa, 06 Februari 2024 - 19:28 WIB
loading...
A
A
A
Ferdi menolak memenuhi permintaan itu. Meskipun seseorang itu juga mengatakan jika video itu nantinya akan dilaporkan ke Kapolda Jateng.
Alasan menolak, sebut Ferdi, dia juga sudah berdiskusi panjang dengan para Ketua Perguruan Tinggi Katolik ataupun Rektor Universitas Katolik lainnya di Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) Indonesia.
Baca juga: Rektor dan Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia Prihatin Rusaknya Tatanan Demokrasi
Ferdi menyebut permintaan yang diinginkan itu tidak sejalan dengan fakta yang ada. Pertama soal pelanggaran konstitusi yang terjadi oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK), statement Presiden Jokowi yang menyatakan boleh memihak pada paslon tertentu dan boleh berkampanye, lalu perdebatan soal bantuan sosial.
“Jadi banyak hal yang menurut saya, kami nilai tidak pas atau tidak sesuai dengan prinsip demokrasi dan konstitusi dan ini kami sampaikan (kritikan) sebagai wujud cinta kami (kepada Indonesia),” ungkapnya.
“Nek ora yo jan-jane terserah (sebenarnya kalau tidak pun tidak apa-apa, terserah), tapi kan tidak boleh. Ketika hal baik tentu kami harus katakan baik, tapi kalau ada yang tidak pas ya kami harus mengatakan tidak pas dan mari kembali ke hal-hal yang sesuai dengan prinsip demokrasi dan konstitusi,” sambung Rektor.
Sementara itu, pantauan di Unika Semarang, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar terlihat mendatangi kampus tersebut. Kombes Irwan terlihat menemui Ferdi dan berbicara dalam ruangan tertutup.
Alasan menolak, sebut Ferdi, dia juga sudah berdiskusi panjang dengan para Ketua Perguruan Tinggi Katolik ataupun Rektor Universitas Katolik lainnya di Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) Indonesia.
Baca juga: Rektor dan Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia Prihatin Rusaknya Tatanan Demokrasi
Ferdi menyebut permintaan yang diinginkan itu tidak sejalan dengan fakta yang ada. Pertama soal pelanggaran konstitusi yang terjadi oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK), statement Presiden Jokowi yang menyatakan boleh memihak pada paslon tertentu dan boleh berkampanye, lalu perdebatan soal bantuan sosial.
“Jadi banyak hal yang menurut saya, kami nilai tidak pas atau tidak sesuai dengan prinsip demokrasi dan konstitusi dan ini kami sampaikan (kritikan) sebagai wujud cinta kami (kepada Indonesia),” ungkapnya.
“Nek ora yo jan-jane terserah (sebenarnya kalau tidak pun tidak apa-apa, terserah), tapi kan tidak boleh. Ketika hal baik tentu kami harus katakan baik, tapi kalau ada yang tidak pas ya kami harus mengatakan tidak pas dan mari kembali ke hal-hal yang sesuai dengan prinsip demokrasi dan konstitusi,” sambung Rektor.
Sementara itu, pantauan di Unika Semarang, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar terlihat mendatangi kampus tersebut. Kombes Irwan terlihat menemui Ferdi dan berbicara dalam ruangan tertutup.
Lihat Juga :