Mahasiswa FH Universitas Brawijaya Bergerak, Nyatakan Sikap: Hilangnya Etika Moral Pejabat Negara
Sabtu, 03 Februari 2024 - 19:22 WIB
loading...
A
A
A
Hal itu membuatnya menilai Jokowi sebagai seorang Presiden Republik Indonesia, telah kehilangan etika dan moral, sehingga memunculkan keraguan demokrasi berjalan baik di Indonesia.
"Kami sebagai mahasiswa Fakultas Hukum menyadari dan turut prihatin, atas hilangnya nilai etika dan moral di setiap tindakan Presiden Jokowi, yang terus mencoba melanggengkan kekuasaannya. Sehingga muncul keraguan kami akan jalannya demokrasi di negara ini, yang telah kita jadikan komitmen bersama dalam penyelenggaraan negara, pasca reformasi serta untuk menegakkan kedaulatan rakyat," jelasnya.
Baca juga: Kritik Presiden Jokowi, EM Universitas Brawijaya: Bukan Tidak Mungkin Reformasi Jilid II Akan Terjadi
Tindakan Jokowi itu dinilai para mahasiswa, juga tidak sesuai sikap kenegarawanan seorang presiden dan pemimpin negara, yang harusnya memberikan contoh baik secara moral, etika, dan tindakan.
Terlebih dari tindakan yang dilakukan membuat kegaduhan di negara, dan menimbulkan perpecahan di kalangan masyarakat.
"Sebagai kepala negara seharusnya Presiden Jokowi dapat bersikap selayaknya negarawan, bukan malah memberikan keberpihakan. Negara ini nampak terlihat kehilangan komitmennya dalam menegakkan amanat reformasi, karena haus akan melanggengkan kekuasaannya, melalui cara-cara yang nihil etika sehingga menimbulkan perpecahan di kalangan masyarakat," tandasnya.
"Kami sebagai mahasiswa Fakultas Hukum menyadari dan turut prihatin, atas hilangnya nilai etika dan moral di setiap tindakan Presiden Jokowi, yang terus mencoba melanggengkan kekuasaannya. Sehingga muncul keraguan kami akan jalannya demokrasi di negara ini, yang telah kita jadikan komitmen bersama dalam penyelenggaraan negara, pasca reformasi serta untuk menegakkan kedaulatan rakyat," jelasnya.
Baca juga: Kritik Presiden Jokowi, EM Universitas Brawijaya: Bukan Tidak Mungkin Reformasi Jilid II Akan Terjadi
Tindakan Jokowi itu dinilai para mahasiswa, juga tidak sesuai sikap kenegarawanan seorang presiden dan pemimpin negara, yang harusnya memberikan contoh baik secara moral, etika, dan tindakan.
Terlebih dari tindakan yang dilakukan membuat kegaduhan di negara, dan menimbulkan perpecahan di kalangan masyarakat.
"Sebagai kepala negara seharusnya Presiden Jokowi dapat bersikap selayaknya negarawan, bukan malah memberikan keberpihakan. Negara ini nampak terlihat kehilangan komitmennya dalam menegakkan amanat reformasi, karena haus akan melanggengkan kekuasaannya, melalui cara-cara yang nihil etika sehingga menimbulkan perpecahan di kalangan masyarakat," tandasnya.
Lihat Juga :