alexametrics

Kabur saat Olah TKP, Jambret Terkapar Ditembak

loading...
Kabur saat Olah TKP, Jambret Terkapar Ditembak
Riyanto (40), warga Desa Banaran, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, terpaksa ditembak petugas Polres Tulungagung karena mencoba kabur saat olah TKP. SINDOnews/Solichan Arif
A+ A-
TULUNGAGUNG - Riyanto (40), warga Desa Banaran, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, terpaksa ditembak petugas Polres Tulungagung karena mencoba kabur saat olah TKP. Spesialis jambret jalanan itu terjungkal setelah timah panas menerjang kakinya.

"Pelaku dan barang bukti langsung kita amankan," ujar Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Mustijat Priyambodo kepada wartawan. Satu unit Honda Vario putih AG 3151 RAC dan sebuah helm warna merah, juga turut diamankan.

Dengan kendaraan roda dua itu Riyanto menjalankan aksinya di sejumlah tempat di Tulungagung. Terakhir dia menyambar tas milik Samrotin (52) warga Desa Sumberejo Kulon, Kecamatan Ngunut.



Di jalan raya Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru itu Riyanto mendapatkan dua unit telepon selular. Kemudian juga uang tunai Rp250.000. Di dalam tas yang dikuasai Riyanto juga terdapat puluhan ijazah murid taman kanak-kanak karena korban kepala sekolah TK.

"Saat kejadian korban langsung melapor," terang Mustijat. Petugas langsung melakukan perburuan. Dengan ciri nopol kendaraan, Riyanto dibekuk di jalan raya Pahlawan, Desa/Kecamatan Kedungwaru.

Saat dibawa ke Plosokandang untuk olah TKP, yang bersangkutan mencoba kabur. Bahkan tembakan peringatan tidak diindahkan. Aksi kaburnya berhenti setelah petugas menembak kakinya. "Saat ini yang bersangkutan dirawat di RS Bhayangkara Tulungagung," jelas Mustijat.

Dalam pemeriksaan, Riyanto mengaku telah beraksi di lima TKP yang berbeda. "Saat ini kita masih mendalami kasusnya. Sebab tidak tertutup kemungkinan adanya keterlibatan orang lain, "pungkasnya.

Riyanto mengaku menyesali perbuatannya. Dia mengatakan terpaksa menjambret karena terbentur kebutuhan hidup sehari-hari. Terakhir dia beraksi kembali untuk memenuhi kebutuhan Lebaran. "Saya menyesal. Sebab semua ini karena desakan kebutuhan," lirihnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak