Polri Harus Beri Tindakan Tegas Terhadap Penjahat Sadis
Rabu, 22 April 2020 - 11:13 WIB
loading...
Polri mengungkapkan dua skenario yang dipersiapkan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat tahun 2020. Operasi tersebut memang lazim dilakukan setiap tahun. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sikap tegas jajaran kepolisian yang melakukan tembak di tempat terhadap para pelaku kejahatan patut diapresiasi karena akhir- akhir ini penjahat makin sadis.
Namun dalam melakukan aksi tembak ditempat jajaran Polri harus sesuai SOP dengan misi melumpuhkan.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane mengatakan sejak Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Yasonna Laoly melepaskan 30.432 narapidana dengan alasan wabah Corona, aksi kejahatan di Indonesia, khususnya Jakarta makin sadis dan brutal.
Para pejahat tidak sungkan sungkan menclurit korbannya atau membuat korbannya tersungkur di jalanan saat tasnya dijambret. Selain itu, para pejahat nekat hendak membacok polisi yang berusaha menangkapnya. Bahkan ada begal yang berusaha menclurit polisi, meski polisi sudah menembaknya. (BACA JUGA: Jelang Ramadhan, Seluruh Polda Bentuk Satgas Khusus Atasi Begal dan Aksi Premanisme)
"Dalam menghadapi para penjahat yang bersikap nekat belakangan ini, jajaran kepolisian sepertinya perlu meningkatkan profesionalismenya agar makin terlatih, baik secara fisik maupun saat menembak pelaku kejahatan. Polisi yang terlatih diperlukan agar taat SOP," kata dia dalam siaran pers Rabu (22/4/2020).
Namun dalam melakukan aksi tembak ditempat jajaran Polri harus sesuai SOP dengan misi melumpuhkan.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane mengatakan sejak Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Yasonna Laoly melepaskan 30.432 narapidana dengan alasan wabah Corona, aksi kejahatan di Indonesia, khususnya Jakarta makin sadis dan brutal.
Para pejahat tidak sungkan sungkan menclurit korbannya atau membuat korbannya tersungkur di jalanan saat tasnya dijambret. Selain itu, para pejahat nekat hendak membacok polisi yang berusaha menangkapnya. Bahkan ada begal yang berusaha menclurit polisi, meski polisi sudah menembaknya. (BACA JUGA: Jelang Ramadhan, Seluruh Polda Bentuk Satgas Khusus Atasi Begal dan Aksi Premanisme)
"Dalam menghadapi para penjahat yang bersikap nekat belakangan ini, jajaran kepolisian sepertinya perlu meningkatkan profesionalismenya agar makin terlatih, baik secara fisik maupun saat menembak pelaku kejahatan. Polisi yang terlatih diperlukan agar taat SOP," kata dia dalam siaran pers Rabu (22/4/2020).
Lihat Juga :