Geliat Perekonomian Kerajaan Majapahit, Disokong Kekayaan Emas hingga Industri Kapal
Jum'at, 26 Januari 2024 - 06:08 WIB
loading...
A
A
A
Pengelolaan industri terbagi menjadi beberapa jenis mulai dari industri rumah tangga yang meliputi bahan kebutuhan sehari-hari misalnya garam, gula, tebu, minyak, minuman arang (untuk bahan bakar), dan bahan makan lainnya.
Industri kerajinan juga menjadi penyokong dan matapencaharian masyarakat Majapahit kala itu. Kelompok pengrajin antara manghapu yang menghasilkan kapur, magawai payun wlu menghasilkan payung bulat, makajang menghasilkan kajang, magawai kisi menghasilkan keranjang dari daun palem atau juga dapat berarti pembuat alat tenun.
Kemudian ada manganamanam menghasilkan barang anyam - anyaman, mandyun menghasilkan periuk dari tembaga, manlakha menghasilkan lak atau perekat, makala manuk menghasilkan jerat atau burung, mamesandun manuk menghasilkan alat penangkap burung,
Bahkan di Prasasti Madhwapura yang isinya tidak lengkap dan tak dilengkapi tahun kerangka juga ditemukan masyarakat yang bekerja di sektor industri yang menghasilkan pakaian atau yang disebut abhasana, acaraki menghasilkan jamu, tundan menghasilkan perahu beratap, lurungan (minyak jarak), kletik (minyak kelapa), acadar menghasilkan cadar, amaranggi yang menghasilkan pewarna pakaian, dan beberapa barang hasil dari para pande.
Satu yang tak ketinggalan yang hasilnya masih ditemukan hingga kini saat proses penggalian atau ekskavasi situs kuno peninggalan Kerajaan Majapahit adalah industri pembuatan tembikar atau gerabah. Bahkan di Trowulan, Mojokerto saat proses ekskavasi dahulu juga menemukan banyaknya gerabah - gerabah berbagai jenis, bentuk, maupun ukuran.
Industri kerajinan juga menjadi penyokong dan matapencaharian masyarakat Majapahit kala itu. Kelompok pengrajin antara manghapu yang menghasilkan kapur, magawai payun wlu menghasilkan payung bulat, makajang menghasilkan kajang, magawai kisi menghasilkan keranjang dari daun palem atau juga dapat berarti pembuat alat tenun.
Kemudian ada manganamanam menghasilkan barang anyam - anyaman, mandyun menghasilkan periuk dari tembaga, manlakha menghasilkan lak atau perekat, makala manuk menghasilkan jerat atau burung, mamesandun manuk menghasilkan alat penangkap burung,
Bahkan di Prasasti Madhwapura yang isinya tidak lengkap dan tak dilengkapi tahun kerangka juga ditemukan masyarakat yang bekerja di sektor industri yang menghasilkan pakaian atau yang disebut abhasana, acaraki menghasilkan jamu, tundan menghasilkan perahu beratap, lurungan (minyak jarak), kletik (minyak kelapa), acadar menghasilkan cadar, amaranggi yang menghasilkan pewarna pakaian, dan beberapa barang hasil dari para pande.
Satu yang tak ketinggalan yang hasilnya masih ditemukan hingga kini saat proses penggalian atau ekskavasi situs kuno peninggalan Kerajaan Majapahit adalah industri pembuatan tembikar atau gerabah. Bahkan di Trowulan, Mojokerto saat proses ekskavasi dahulu juga menemukan banyaknya gerabah - gerabah berbagai jenis, bentuk, maupun ukuran.
Lihat Juga :