Kisah Jenderal Amerika Pimpin Perang Dunia II dari Bukit Sentani Papua
Selasa, 14 April 2020 - 18:31 WIB
loading...
A
A
A
Setelah Jepang gagal mencapai sasarannya lewat laut, mereka dihentikan di darat pada September 1942 oleh pasukan Australia di bawah perintah MacArthur. Sekutu kemudian mengambil alih pertahanan dan memulai suatu operasi militer yang panjang dan sulit untuk mengusir keluar Jepang dari Irian.
Pada Februari 1943, Sekutu menang kendali atas Irian bagian tenggara dan mengeliminasi ancaman jalur laut. Kemenangan MacArthur terhadap Jepang di Irian adalah suatu langkah pertama dalam suatu operasi militer yang membawa pasukannya menuju ke arah barat Filipina.
Sepanjang operasi ini unit-unit Angkatan Laut Pasific yang dipimpin oleh Admiral William Holsey ditempatkan di bawah komando strategis MacArthur. Setelah membebaskan Kepulauan Solomon, pasukan MacArthur menyerbu memasuki kepulauan Admiralty dan menetralisir basis pertahanan Jepang di Rabaul pada 1944. Mereka kemudian bergerak di sepanjang pantai utara Irian dan akhirnya membuat pertahanan di Jayapura.
Jenderal MacArthur, setelah terpaksa meninggalkan Bataan dan menyingkir ke Australia, dan menerima bantuan pasukan serta peralatan dari Amerika, lalu menyusun kekuatan baru dan strategi yang ditetapkannya adalah serangan balasan akan dilaksanakan menurut garis yang terpendek ke Jepang.
Oleh karena itu, pulau-pulau Indonesia bagian Barat, tidak termasuk dalam strategi serangan balasan ini. Tempat-tempat pendudukan lainnya seperti Sorong, Sarmi, Manokwari, Teluk Kao dan lainnya tidak diserbu, tetapi diblokade dari udara dan laut sehingga hubungan keluar terputus, tidak dapat saling memberi bantuan, dan akhirnya menyerah.
Pembebasan Nieuw Guinea/Papua oleh tentara Sekutu berlangsung hanya kurang dari tiga bulan, yaitu 22 April - 30 Juli 1944. Kekuatan tentara Jepang sepanjang pesisir utara dan barat Papua tidak berdaya terhadap strategi perang Sekutu, yaitu taktik perang “lompat katak” yang dilancarkan pasukan MacArthur.
Sama seperti pasukan Jepang yang memulai masuk Papua dengan mendaratkan pasukannya di Teluk Humboldt (sekarang Teluk Hamadi), maka MacArthur masuk kembali ke Papua dengan mendaratkan pasukannya melalui Teluk Hamadi. Kemudian pasukannya berjalan kaki melalui Danau Sentani dan terus naik ke atas gunung, dan akhirnya membuat markas besar di Bukit daerah Ifar Gunung. Dari sini MacArthur kemudian merebut kembali Sarmi, Sorong, Manokwari dan Fak-Fak.
Pada Februari 1943, Sekutu menang kendali atas Irian bagian tenggara dan mengeliminasi ancaman jalur laut. Kemenangan MacArthur terhadap Jepang di Irian adalah suatu langkah pertama dalam suatu operasi militer yang membawa pasukannya menuju ke arah barat Filipina.
Sepanjang operasi ini unit-unit Angkatan Laut Pasific yang dipimpin oleh Admiral William Holsey ditempatkan di bawah komando strategis MacArthur. Setelah membebaskan Kepulauan Solomon, pasukan MacArthur menyerbu memasuki kepulauan Admiralty dan menetralisir basis pertahanan Jepang di Rabaul pada 1944. Mereka kemudian bergerak di sepanjang pantai utara Irian dan akhirnya membuat pertahanan di Jayapura.
Jenderal MacArthur, setelah terpaksa meninggalkan Bataan dan menyingkir ke Australia, dan menerima bantuan pasukan serta peralatan dari Amerika, lalu menyusun kekuatan baru dan strategi yang ditetapkannya adalah serangan balasan akan dilaksanakan menurut garis yang terpendek ke Jepang.
Oleh karena itu, pulau-pulau Indonesia bagian Barat, tidak termasuk dalam strategi serangan balasan ini. Tempat-tempat pendudukan lainnya seperti Sorong, Sarmi, Manokwari, Teluk Kao dan lainnya tidak diserbu, tetapi diblokade dari udara dan laut sehingga hubungan keluar terputus, tidak dapat saling memberi bantuan, dan akhirnya menyerah.
Pembebasan Nieuw Guinea/Papua oleh tentara Sekutu berlangsung hanya kurang dari tiga bulan, yaitu 22 April - 30 Juli 1944. Kekuatan tentara Jepang sepanjang pesisir utara dan barat Papua tidak berdaya terhadap strategi perang Sekutu, yaitu taktik perang “lompat katak” yang dilancarkan pasukan MacArthur.
Sama seperti pasukan Jepang yang memulai masuk Papua dengan mendaratkan pasukannya di Teluk Humboldt (sekarang Teluk Hamadi), maka MacArthur masuk kembali ke Papua dengan mendaratkan pasukannya melalui Teluk Hamadi. Kemudian pasukannya berjalan kaki melalui Danau Sentani dan terus naik ke atas gunung, dan akhirnya membuat markas besar di Bukit daerah Ifar Gunung. Dari sini MacArthur kemudian merebut kembali Sarmi, Sorong, Manokwari dan Fak-Fak.
Lihat Juga :