Tok! Crazy Rich Surabaya Wahyu Kenzo Divonis 10 Tahun Penjara
Jum'at, 19 Januari 2024 - 14:01 WIB
loading...
Crazy Rich Surabaya Wahyu Kenzo, terdakwa investasi bodong robot trading Auto Trade Gold (ATG) divonis 10 tahun penjara di sidang PN Malang, Jumat (19/1/2024). Foto/MPI/Avirista Midaada
A
A
A
MALANG - Crazy Rich Surabaya Wahyu Kenzo yang menjadi terdakwa investasi bodong robot trading Auto Trade Gold (ATG) divonis 10 tahun penjara. Vonis itu dijatuhkan oleh majelis hakim dalam persidangan vonis di Pengadilan Negeri (PN) Malang, Jumat (19/1/2024).
Persidangan yang sempat tertunda pada Rabu lalu, ini digelar di ruang sidang Cakra, pada Jumat pagi mulai pukul 09.10 WIB. Persidangan vonis ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Kun Triharyanto Wibowo.
Baca juga: Bareskrim Tetapkan Crazy Rich Wahyu Kenzo Tersangka Pencucian Uang
Sedangkan tiga terdakwa, yakni Dinar Wahyu Septian Dyfrig alias Wahyu Kenzo, Candra Bayu Mahardika alias Bayu Walker, dan Raymond Enovan, mengikuti jalannya persidangan secara online atau virtual dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang.
Majelis hakim menyatakan, bahwa Wahyu Kenzo dinyatakan bersalah dan terbukti melanggar Pasal 106 UU RI No 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 3 juncto Pasal 10 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Persidangan yang sempat tertunda pada Rabu lalu, ini digelar di ruang sidang Cakra, pada Jumat pagi mulai pukul 09.10 WIB. Persidangan vonis ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Kun Triharyanto Wibowo.
Baca juga: Bareskrim Tetapkan Crazy Rich Wahyu Kenzo Tersangka Pencucian Uang
Sedangkan tiga terdakwa, yakni Dinar Wahyu Septian Dyfrig alias Wahyu Kenzo, Candra Bayu Mahardika alias Bayu Walker, dan Raymond Enovan, mengikuti jalannya persidangan secara online atau virtual dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang.
Majelis hakim menyatakan, bahwa Wahyu Kenzo dinyatakan bersalah dan terbukti melanggar Pasal 106 UU RI No 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 3 juncto Pasal 10 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Lihat Juga :