Jalur Penangkal Banjir Tertutup Lumpur, Risma Pilih Cara Cepat Ini
Selasa, 11 Agustus 2020 - 15:59 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa unit dump truck pun disiapkan untuk mengangkut lumpur-lumpur hasil pengerukan. "Terus keruk ke bawah, ke bawah lagi, oke tarik lumpurnya," kata Risma kepada operator excavator.
(Baca juga: Catat! 10 Kelurahan Ini Memiliki Jumlah Kasus Terendah COVID-19 )
Dengan mengenakan sepatu boot warna pink dan kemeja hitam motif batik, Risma nampak tak canggung berada di bantaran sungai untuk melihat langsung alat berat bekerja melakukan pengerukan. Bahkan, ia juga sempat blusukan di bantaran sungai belakang Universitas Dinamika untuk memantau aliran air.
Puluhan Satgas PU beserta jajaran Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) juga nampak berada di lokasi. Mereka pun bersiap membersihkan sisa-sisa pengerukan lumpur itu. Tak lupa, sampah atau kotoran yang berada di bantaran tepi sungai juga turut dibersihkan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya, Erna Purnawati mengatakan, menjelang musim hujan, sungai atau saluran air dilakukan pengerukan. Salah satunya di aliran Sungai Wonorejo yang terus dikeruk setelah endapan lumpur terus bertambah.
(Baca juga: Catat! 10 Kelurahan Ini Memiliki Jumlah Kasus Terendah COVID-19 )
Dengan mengenakan sepatu boot warna pink dan kemeja hitam motif batik, Risma nampak tak canggung berada di bantaran sungai untuk melihat langsung alat berat bekerja melakukan pengerukan. Bahkan, ia juga sempat blusukan di bantaran sungai belakang Universitas Dinamika untuk memantau aliran air.
Puluhan Satgas PU beserta jajaran Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) juga nampak berada di lokasi. Mereka pun bersiap membersihkan sisa-sisa pengerukan lumpur itu. Tak lupa, sampah atau kotoran yang berada di bantaran tepi sungai juga turut dibersihkan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya, Erna Purnawati mengatakan, menjelang musim hujan, sungai atau saluran air dilakukan pengerukan. Salah satunya di aliran Sungai Wonorejo yang terus dikeruk setelah endapan lumpur terus bertambah.
Lihat Juga :