Pengemudi Sopir Jeep Wisata Gunung Bromo Tekuni Kerajinan

loading...
Pengemudi Sopir Jeep Wisata Gunung Bromo Tekuni Kerajinan
Ditutup akibat pandemi Covid -19, pengemudi sopir Jeep Wisata Gunung Bromo tekuni kerajinan. Foto SINDOnews
A+ A-
PROBOLINGGO - Berbagai kerajinan (Souvenir ) yang cantik dan eksotik, seperti perahu layar, Asbak, Kap Lampu, Kura-kura dari batok kelapa ini hasil kreasi Sudarmaji (35) warga Desa/ Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo,Jawa timur. Pria beprofesi menjadi sopir jeep di wisata Gunung Bromo ini, menekuni profesi kerajinan batok kelapa ini sekitar 3 bulan silam sejak kawasan wisata gunung bromo ditutup sementara akibat pandemi Covid-19.

Tidak ada kerjaan karena Wisata Bromo ditutup, pria beranak satu ini mulai mencoba berkreaasi membuat hasil karya seni yang bisa dipasarkan. “ Membuat kerajinan ini sejak 3 Bulan silam, saya Hobi dengan kerajinan, dan batok kelapa banyak disekitar rumah, kemudian muncul ide untuk membuat kerajinan batok kelapa. Dulu juga sering ikut pelatihan pelatihan, dan kini saya manfaatkan .” Ujar Sudarmaji. (Baca: Wisata Bukit Betitang, Surga Baru Pecinta Wisata Alam-Daerah)

Kerajinan Batok Kelapa ini pada awalnya dipasarkan di wilayah Probolinggo saja. Dan kemudian di Coba pasarkan lewat Online Seperti Facebook dan IG, kini peminatnya sudah ada yang dari Bogor, Tangerang. Harga kerajinan batok kelaoa ini dipasarkan dengan harga yang bervariasi dari RP 50 ribu hingga Rp250 ribu , sesuai dengan tingkat kesulitan.

“Lumayan bisa untuk tambah tambah untuk memenuhi Kebutuhan Hidup selama Padem Covid -19 .” celetuknya. Dan ketika ditanya berapa omset perbulan menekuni prosefsi baru ini. Sudarmaji hanya menjawab, “Yang terpenting ada pemasukan, karena selama ini penghasilan jasa sopir jeep wisata Gunung Bromo nihil, karena masih ditutup".

(don)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top